NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA –Pembangunan infrastruktur pertanian tetap menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meski kebijakan efisiensi anggaran mengharuskan adanya penyesuaian program. Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kukar memilih memusatkan anggaran pada kebutuhan mendasar petani, mulai dari jalan usaha tani dan irigasi hingga penyediaan benih padi.
Kepala Dispertan Kukar, Moh. Rifani, mengatakan penyesuaian anggaran membuat pihaknya harus lebih cermat menentukan program yang didahulukan. Setiap kegiatan dievaluasi berdasarkan tingkat kebutuhan agar pelaksanaan program pertanian tetap berjalan sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Dengan adanya efisiensi anggaran, hampir semua program tentu mengalami penyesuaian. Karena itu, kita harus menentukan skala prioritas dan memilih program yang paling dibutuhkan dengan anggaran yang terbatas,” ucap Rifani, Senin (12/10/2026).
Untuk menjaga keberlanjutan program, Dispertan Kukar tidak hanya mengandalkan pembiayaan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Peluang dukungan dari pemerintah pusat melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) juga terus dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan pembangunan sektor pertanian.
Ia menjelaskan, sejumlah program dapat didukung melalui kementerian terkait, termasuk pembangunan jaringan irigasi serta penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan). Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi salah satu langkah untuk mengatasi keterbatasan anggaran sekaligus menjaga produktivitas pertanian.
“Contohnya irigasi, ada program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan ada juga dari Kementerian Pertanian. Begitu pula alat dan mesin pertanian yang mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian. Jadi, kita terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat,” jelasnya.
Dalam menentukan prioritas, Dispertan Kukar membagi kebutuhan pertanian ke dalam pembangunan prasarana dan penyediaan sarana produksi. Pembangunan prasarana mencakup jalan usaha tani dan irigasi, sedangkan dukungan sarana antara lain berupa penyediaan benih padi untuk membantu kebutuhan petani.
“Prioritas kita adalah pembangunan dan peningkatan prasarana serta sarana pertanian. Untuk prasarana, termasuk jalan usaha tani dan irigasi, sedangkan sarananya antara lain benih padi,” sebutnya.
Sejumlah program dukungan tersebut telah direalisasikan secara bertahap sepanjang tahun ini. Dispertan Kukar juga telah menyalurkan bantuan Alsintan kepada kelompok atau masyarakat pertanian di sejumlah wilayah, di antaranya Marangkayu, Samboja, Anggana, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, dan Tenggarong.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat dan daerah dapat terus berjalan beriringan sehingga kebutuhan mendasar petani tetap terpenuhi di tengah penyesuaian anggaran. Dengan memprioritaskan infrastruktur dan sarana produksi, pemerintah daerah berupaya menjaga kelancaran kegiatan pertanian serta mendukung produktivitas petani di Kukar.
“Untuk benih padi, kita bekerja sama dengan pemerintah pusat. Begitu juga dengan alat dan mesin pertanian atau Alsintan, kita mendapatkan dukungan dari pusat. Program tersebut sudah berjalan dan tahun ini beberapa bantuan juga sudah dibagikan kepada masyarakat,” tutupnya.(Adv/Diskominfokukar/Don)













