NAWALAPOST.COM, BALIKPAPAN – PT Kaltim Kariangau Terminal (PT KKT) memperkuat langkah pencegahan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan membagikan masker dan vitamin kepada para pemangku kepentingan (stakeholder), yang beraktivitas di kawasan terminal.
Selain pembagian perlengkapan perlindungan kesehatan di lingkungan operasional, perusahaan juga menyerahkan bantuan masker kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan.
Langkah ini, menjadi bagian dari dukungan PT KKT terhadap upaya antisipasi dampak kabut asap, bagi pekerja maupun masyarakat.
Direktur Utama PT KKT, Kalbar Yanto, mengatakan perlindungan kesehatan dan keselamatan menjadi perhatian perusahaan di tengah kondisi lingkungan, yang berpotensi memengaruhi aktivitas operasional terminal.
Menurutnya, keberlangsungan kegiatan usaha perlu diimbangi dengan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kesehatan bagi orang-orang yang bekerja maupun menggunakan jasa terminal.
“Bagi Kami, menjaga kelancaran operasional tidak terlepas dari perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan orang-orang yang beraktivitas di lingkungan terminal,” ucapnya melalui keterangan tertulis ke media ini, Selasa (27/10/2026).
“Dengan melalui pembagian masker dan vitamin ini, Kami ingin mengambil langkah nyata untuk membantu stakeholder mengantisipasi dampak kabut asap,” sambungnya.
“Dan Kami juga, mengajak seluruh pihak untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan,” tuturnya.
Pembagian masker dilakukan sebagai langkah antisipatif, untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.
Sementara itu, vitamin C dan D diberikan sebagai dukungan tambahan dalam pemeliharaan kesehatan para penerima bantuan.
PT KKT juga mendorong seluruh pihak, agar tidak mengabaikan potensi gangguan kesehatan akibat kabut asap.
Penggunaan masker yang sesuai dengan tingkat risiko paparan, pemantauan kualitas udara, serta kepatuhan terhadap arahan instansi berwenang dinilai penting untuk mengurangi risiko tersebut.
Di sisi lain, penyerahan bantuan masker kepada BPBD Kota Balikpapan menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya penanganan di lapangan.
Bantuan ini, diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan perlindungan masyarakat sesuai kondisi dan prioritas penanganan.
Kalbar Yanto menilai, penanganan dampak karhutla membutuhkan koordinasi berbagai pihak.
Perusahaan memiliki ruang untuk berkontribusi melalui dukungan sesuai kapasitasnya, sementara langkah penanganan dan mitigasi tetap perlu diselaraskan dengan instansi yang berwenang.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan mendukung upaya bersama dalam menghadapi dampak kabut asap,” katanya.
“Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan seluruh stakeholder sangat penting agar langkah antisipasi dapat berjalan dengan baik, dan Kami akan terus mendorong kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan dalam setiap aktivitas,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, PT KKT berharap kesadaran terhadap risiko paparan kabut asap semakin meningkat, terutama di kawasan terminal yang menjadi lokasi aktivitas pekerja dan pengguna jasa.
Perusahaan juga mengimbau para stakeholder, untuk memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing dan mengikuti perkembangan informasi kualitas udara.
Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi perusahaan dan Pemerintah Daerah dalam menghadapi potensi dampak karhutla, sehingga perlindungan kesehatan masyarakat tetap menjadi perhatian, di tengah berlangsungnya aktivitas ekonomi dan operasional terminal. (INR/NZR)













