Sumber Berita yang Akurat & Tepat
banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Kemarau Panjang Ancam Pertanian Kukar, Dispertan Siapkan Langkah Penanganan

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Ketersediaan air bagi lahan pertanian menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah. Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kukar menyiapkan langkah penanganan, mulai dari dukungan pompa air hingga pemetaan sumber air yang dapat dimanfaatkan saat musim kering.

Kepala Dispertan Kukar, Moh. Rifani, menjelaskan bahwa penanganan kekeringan dilakukan secara bertahap. Untuk langkah awal, pihaknya menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) guna membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian terdampak.

“Kemarau panjang memang menimbulkan kendala bagi sektor pertanian. Untuk penanganan jangka pendek, kami bekerja sama dengan BPBD dan Damkar,” ujar Rifani, Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, dukungan peralatan menjadi salah satu upaya untuk membantu petani menghadapi keterbatasan air. BPBD memiliki pompa yang dapat digunakan untuk penanganan kekeringan, sedangkan Dispertan turut berkoordinasi dalam penyaluran bantuan ke lokasi yang membutuhkan, termasuk mendukung kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).

“BPBD memiliki pompa yang bisa dimanfaatkan. Kami berkoordinasi dengan mereka, termasuk memberikan dukungan pompa dan BBM di sejumlah lokasi,” jelasnya.

Selain memanfaatkan peralatan yang tersedia, Kukar juga menerima tambahan 25 unit pompa berukuran enam inci. Namun, sebagian besar pompa tersebut untuk sementara masih difokuskan pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Beberapa unit lainnya telah digunakan untuk membantu mengatasi kekeringan di sawah milik masyarakat.

“Kami baru menerima 25 unit pompa skala besar ukuran enam inci. Saat ini sebagian masih digunakan untuk penanganan karhutla, sementara beberapa unit sudah dimanfaatkan untuk mengatasi kekeringan di sawah masyarakat,” ungkapnya.

Setelah penanganan karhutla selesai, pompa yang masih digunakan untuk kebutuhan tersebut direncanakan dialihkan kepada Dispertan Kukar. Peralatan itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat upaya penanganan kekeringan, terutama pada lahan pertanian yang membutuhkan pasokan air tambahan.

“Kalau penanganan karhutla sudah selesai, pompa yang tersisa nantinya akan diserahkan kepada Dinas Pertanian,” katanya.

Meski demikian, Rifani menegaskan bahwa penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan pompa. Untuk solusi jangka menengah dan panjang, Dispertan akan mengidentifikasi sumber air yang tetap tersedia selama musim kemarau. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penentuan lokasi penempatan pompa agar penggunaannya lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kami akan mengidentifikasi sumber-sumber air, sehingga pompa bisa ditempatkan di lokasi yang memiliki sumber air yang tidak mengering saat musim kemarau,” tandasnya.(Adv/diskominfokukar/Don)

banner 728x90