Sumber Berita yang Akurat & Tepat
banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

SAE PASTARUNG Diresmikan, Pemkab Kukar Dukung Warga Binaan Jadi Mandiri dan Produktif

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Sarana Asimilasi dan Edukasi Pemasyarakatan Tangga Arung (SAE PASTARUNG) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong resmi diresmikan melalui kegiatan yang dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Program ini menjadi bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan dan pengalaman kerja agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Yan Rusmanto, mengatakan SAE PASTARUNG merupakan pengembangan program pembinaan kemandirian yang mencakup pelatihan vokasi, praktik kerja, hingga pemasaran hasil produksi. Kegiatan tersebut juga mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan kawasan untuk pertanian, perkebunan, dan perikanan.

“Program ini merupakan bagian dari proses pembinaan yang dimulai dari dalam Lapas. Kegiatannya mencakup pelatihan vokasi, praktik, hingga pemasaran hasil produksi,” ujar Yan.

Selain kegiatan di sektor pangan, kawasan SAE PASTARUNG juga dilengkapi sejumlah unit usaha, seperti kafe, pencucian mobil, dan pembuatan tempe. Beragam kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan praktis sekaligus mengenal proses produksi dan pelayanan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan.

Yan menegaskan, keberhasilan pembinaan tidak bisa hanya bergantung pada pihak Lapas. Dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dibutuhkan agar warga binaan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan serta menjalani proses reintegrasi sosial secara lebih baik.

“Warga binaan yang berada di Lapas merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara. Karena itu, ketika mereka kembali ke masyarakat, dukungan pemerintah daerah dan berbagai lembaga tetap diperlukan,” jelasnya.

Dukungan tersebut turut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Moh. Rifani, yang hadir mewakili Bupati Kukar. Ia menyatakan pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait siap mendukung program SAE PASTARUNG, khususnya dalam pengembangan kegiatan pertanian dan peternakan serta peningkatan pengetahuan warga binaan.

Menurut Rifani, dukungan yang dapat diberikan mencakup transfer pengetahuan, pendampingan, hingga kemungkinan bantuan sarana produksi pertanian. Bentuk dukungan itu akan disesuaikan dengan kebutuhan program dan kemampuan yang tersedia, termasuk peluang penyediaan benih sayuran serta sarana produksi lainnya.

“Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mendukung kegiatan positif ini. Warga binaan juga merupakan bagian dari masyarakat yang perlu mendapatkan pembinaan agar dapat menjadi lebih baik ketika kembali ke lingkungan mereka,” ungkap Rifani.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan bahwa SAE PASTARUNG dirancang melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah diharapkan berperan dalam pendampingan dan penyuluhan, sedangkan pihak ketiga, termasuk kalangan pengusaha, berpeluang mendukung kebutuhan permodalan. Warga binaan menjadi pelaksana kegiatan, dengan pemasaran dan keberlanjutan usaha sebagai bagian penting dari program.

Melalui penandatanganan MoU, pihak Lapas ingin membangun sistem pembinaan terpadu dari hulu hingga hilir. Dengan adanya kerja sama tersebut, keterampilan yang diperoleh warga binaan diharapkan tidak berhenti selama berada di dalam Lapas, tetapi dapat menjadi bekal untuk memperoleh penghasilan dan membangun kehidupan yang lebih layak setelah bebas.

Wayan menambahkan, pelaksanaan kegiatan asimilasi tetap mengutamakan aspek keamanan. Warga binaan yang diizinkan mengikuti kegiatan di luar area hunian harus memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan, sementara pengawasan dilaksanakan berdasarkan standar operasional prosedur yang berlaku.

Peresmian SAE PASTARUNG dan penandatanganan MoU ini diharapkan memperkuat sinergi antara Lapas, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam mendukung pembinaan kemandirian. Dengan keterampilan, pendampingan, dan peluang usaha yang lebih terbuka, warga binaan diharapkan mampu kembali ke masyarakat tanpa stigma serta berkontribusi secara produktif di lingkungan masing-masing. (Adv/Diskominfokukar/Don)

banner 728x90