banner 728x90

banner 728x90

KKT Asah Kesiapsiagaan Personel, Standar Keamanan Pelabuhan Terus Diperkuat.

NAWALAPOST.COM, BALIKPAPAN – Keamanan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kelancaran operasional sebuah pelabuhan.

Menyadari pentingnya hal tersebut, PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) kembali menggelar Drill International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code Triwulan II Tahun 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengamanan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi berbagai potensi ancaman di lingkungan pelabuhan.

Kegiatan yang berlangsung di fasilitas pelabuhan PT KKT pada 25 Juni 2026 itu merupakan implementasi International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code, melalui penerapan Port Facility Security Plan (PFSP).

Simulasi dilaksanakan secara berkala, untuk memastikan seluruh prosedur pengamanan berjalan efektif sesuai standar keamanan nasional maupun internasional.

Di tengah aktivitas terminal peti kemas yang terus bergerak, mulai dari keluar masuknya truk logistik, proses bongkar muat peti kemas hingga kapal yang bersandar sesuai jadwal pelayanan, perusahaan menilai sistem keamanan harus selalu berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai kemungkinan.

Karena itu, evaluasi melalui simulasi menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan operasional pelabuhan.

Sebanyak 10 personel dilibatkan dalam drill tersebut. Mereka terdiri atas Port Facility Security Officer (PFSO), Deputy Port Facility Security Officer (Deputy PFSO), petugas patroli keamanan, koordinator pengamanan, hingga tim medis.

Pelaksanaan kegiatan juga didampingi PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai Recognized Security Organization (RSO), yang memiliki peran dalam memastikan penerapan standar keamanan fasilitas pelabuhan sesuai ketentuan ISPS Code.

Dalam simulasi, peserta dihadapkan pada skenario gangguan keamanan di area jetty.

Setiap personel menjalankan peran masing-masing berdasarkan prosedur yang tertuang dalam Port Facility Security Plan, mulai dari menerima laporan awal, melakukan komunikasi berjenjang, mengoordinasikan tindakan pengamanan, mengamankan lokasi kejadian, hingga menangani kondisi darurat.

Melalui skenario tersebut, perusahaan menguji kemampuan personel dalam mengambil keputusan secara cepat, membangun koordinasi lintas fungsi, serta memastikan seluruh sistem komunikasi berjalan efektif ketika menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu operasional pelabuhan.

Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal, Enriany Muis, mengatakan penerapan standar keamanan internasional merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan kepelabuhanan.

Menurutnya, budaya keamanan harus dibangun secara berkelanjutan agar seluruh personel memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

“Pelaksanaan Drill ISPS Code ini merupakan komitmen perseroan dalam memastikan implementasi standar keamanan internasional berjalan secara konsisten, dan Kami ingin seluruh personel memahami prosedur, mampu berkoordinasi dengan baik, serta siap mengambil tindakan yang tepat apabila menghadapi kondisi darurat di lingkungan pelabuhan,” ujarnya.

Enriany menjelaskan, kegiatan tersebut bukan hanya untuk memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang bertugas di lingkungan pelabuhan.

Dengan personel yang terlatih dan sistem keamanan yang terus dievaluasi, perusahaan optimistis mampu menjaga kepercayaan pengguna jasa.

Usai simulasi, seluruh tahapan pelaksanaan menjadi bahan evaluasi guna mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki.

Evaluasi tersebut akan digunakan sebagai dasar penyempurnaan prosedur keamanan, peningkatan kemampuan personel, serta penguatan koordinasi antarunit kerja agar sistem pengamanan semakin adaptif terhadap dinamika operasional maupun potensi risiko yang berkembang.

Sebagai terminal peti kemas yang memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas logistik Kalimantan Timur, PT KKT menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan standar keamanan internasional secara konsisten.

Langkah tersebut, diharapkan mampu menciptakan layanan kepelabuhanan yang aman, andal, efisien, serta mendukung kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

“Dengan pendampingan PT Biro Klasifikasi Indonesia sebagai Recognized Security Organization, kami berharap implementasi ISPS Code di PT Kaltim Kariangau Terminal terus memenuhi standar keamanan nasional maupun internasional,” jelasnya.

“Kesiapsiagaan personel menjadi kunci dalam menciptakan operasional pelabuhan yang aman, andal, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa,” pungkas Enriany Muis. (INR/NZR)

banner 728x90