banner 728x90

banner 728x90

Konvensi Media Siber Jadi Pembuka Wartawan Legend Bedapatan Ke-4, Bahas Masa Depan Industri Pers.

NAWALAPOST.COM, SAMARINDA – Konvensi Media Siber akan menjadi pembuka rangkaian kegiatan Wartawan Legend Bedapatan ke-4 yang digelar di Hotel Claro Pandurata, Komplek GOR Kadrie Oening Samarinda, Sabtu (13/6/2026) besok.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dari unsur Dewan Pers, pemerintah pusat, pelaku industri media, dan Pemerintah Daerah untuk membahas tantangan serta masa depan industri pers di Indonesia.

Empat narasumber yang dipastikan hadir yakni Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Abdul Manan, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Kementerian Hukum RI Dr Agung Darmasasongko, CEO KGI Network sekaligus Wakil Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Upi Asmaradhana, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur HM Faisal.

Wartawan Legend Bedapatan ke-4 tahun ini mengusung tema “Pers Sehat Merawat Harmoni Benua Etam”. Tema tersebut dipilih sebagai ruang diskusi untuk melihat kondisi industri perusahaan pers yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, baik di Kalimantan Timur maupun secara nasional.

Ketua Panitia Pelaksana, Charles Siahaan, mengatakan perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola konsumsi masyarakat terhadap produk jurnalistik.

Namun di sisi lain, karya-karya jurnalistik dinilai belum mendapatkan nilai ekonomi yang sepadan.

“Karya-karya jurnalistik saat ini belum dianggap bernilai ekonomis. Padahal, masyarakat pembaca berita karya jurnalistik sudah membayar, baik itu membeli surat kabar cetak maupun paket data internet,” ujar Charles yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Beritakaltim di Samarinda, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, konvensi media siber akan dimulai pukul 13.00 Wita dengan peserta yang berasal dari kalangan pemimpin redaksi media cetak, elektronik, dan media daring dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Berdasarkan data, saat ini terdapat 47 perusahaan media di Kaltim yang telah lolos verifikasi administratif maupun faktual Dewan Pers.

Meski demikian, panitia tidak membatasi peserta hanya untuk media yang telah terverifikasi. Pemimpin redaksi dan wartawan dari media yang belum terverifikasi juga diundang, untuk berpartisipasi dalam forum tersebut.

“Selain mengundang pemred media terverifikasi Dewan Pers, Kita ajak juga para pemred dan wartawan media yang belum terverifikasi. Datang saja, karena ini acara Kita para insan pers,” katanya.

Tidak hanya insan pers, panitia turut mengundang kepala dinas komunikasi dan informatika dari 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, serta para sekretaris DPRD.

Kehadiran kedua unsur Pemerintah tersebut, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara media dan Pemerintah Daerah, terutama terkait pengelolaan kerja sama publikasi dan advertorial.

Usai konvensi media siber, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan Malam Apresiasi Wartawan Legend.

Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan keempat, sejak pertama kali digagas pada 2021.

Sebelumnya, agenda serupa telah dilaksanakan di Samarinda, Bontang, dan Balikpapan.

“Tahun ini kembali digelar di Kota Samarinda. Mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya di kabupaten/kota lain,” ujar Charles.

Salah satu tradisi yang terus dipertahankan dalam Wartawan Legend Bedapatan adalah pelaksanaan haul, untuk mendoakan para wartawan yang telah wafat.

Berdasarkan catatan panitia, sedikitnya terdapat 120 nama wartawan yang pernah mengabdikan diri di dunia pers Kalimantan Timur dan telah berpulang.

Panitia juga mengundang berbagai tokoh masyarakat dan pejabat daerah untuk menghadiri kegiatan tersebut, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur.

“Kita undang juga tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat. Mudah-mudahan gubernur dan wakil gubernur berkenan hadir,” pungkas Charles. (INR/NZR)

banner 728x90