banner 728x90

banner 728x90

Dinas PU Kukar Awali Pembangunan Kantor Lurah Loa Ipuh dengan PCM, Wiyono Soroti Disiplin Proyek Sejak Tahap Awal.

Foto Ist

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah awal penting dalam pelaksanaan Pembangunan Kantor Lurah Loa Ipuh melalui kegiatan Pra Construction Meeting (PCM) yang digelar pada Kamis, 10 Juli 2025.

Dalam forum tersebut, Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menekankan pentingnya kedisiplinan teknis dan keselarasan pemahaman seluruh pihak, agar proyek berjalan optimal sejak awal hingga akhir pelaksanaan.

Kegiatan PCM ini, merupakan tahapan prosedural yang menjadi titik temu antara unsur pelaksana proyek seperti kontraktor, pengawas, dan pejabat teknis dari dinas, guna menelaah bersama seluruh aspek pekerjaan.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara detail rancangan kerja, metode pelaksanaan, jadwal kegiatan, serta sistem pengawasan yang akan diterapkan.

“PCM adalah ruang awal, untuk menyatukan persepsi semua pihak agar tidak ada yang berjalan sendiri-sendiri, dan ini menyangkut kesiapan, ketepatan waktu, dan tentu saja kualitas hasil pekerjaan,” ujar Wiyono saat membuka rapat.

Forum ini juga turut dihadiri Kabid Cipta Karya, Muhammad Jamil, dan Pembina Jasa Konstruksi, Yulius Rakhman, ST, yang menambahkan penjelasan teknis terkait standar mutu serta strategi pengendalian risiko yang mungkin muncul selama pelaksanaan fisik.

Wiyono menegaskan bahwa, proyek pembangunan Kantor Lurah Loa Ipuh memiliki dimensi yang lebih dari sekadar konstruksi.

Bangunan tersebut, akan menjadi pusat pelayanan Pemerintahan yang melayani kebutuhan warga sehari-hari, sehingga kualitas dan fungsionalitasnya harus benar-benar diperhatikan.

“Kita tidak ingin hanya sekadar menyelesaikan proyek, tapi memastikan bahwa bangunan ini akan berfungsi maksimal untuk masyarakat dan mencerminkan pelayanan pemerintah yang profesional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa manajemen proyek yang kolaboratif dan partisipatif sangat penting, untuk menghindari berbagai hambatan di lapangan.

Oleh karena itu, komunikasi terbuka dan pengawasan berjenjang harus terus dikedepankan.

Tak hanya itu, PCM juga menjadi momen penetapan struktur tim kerja dan pembagian peran secara rinci, agar pelaksanaan proyek berjalan secara efektif, tanpa tumpang tindih kewenangan ataupun miskomunikasi teknis.

“Kami tidak mentolerir penyimpangan teknis, dan ketepatan spesifikasi, efisiensi waktu, dan ketegasan pengawasan akan menjadi indikator utama keberhasilan proyek ini,” tegas Wiyono.

Di akhir kegiatan, Wiyono berharap pembangunan Kantor Lurah Loa Ipuh tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghasilkan infrastruktur publik yang menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, sekaligus memperkuat kehadiran pemerintah di tingkat lokal.

“Gedung ini harus menjadi simbol pelayanan publik yang tangguh, bukan sekadar bangunan berdiri. Karena itu, setiap tahapnya harus dilaksanakan dengan tanggung jawab penuh dan komitmen terhadap kualitas,” tutupnya. (Adv-DPU Kukar/INR)

banner 728x90