NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus menunjukkan komitmennya, dalam memperluas ruang publik yang fungsional dan inklusif.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), Pemkab Kukar saat ini, sedang menata ulang kawasan eks Gedung Kekraf yang berada di pusat Kota Tenggarong, dengan pembangunan dua fasilitas baru: musala dan arena olahraga urban berupa skatepark.
Penataan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari rencana strategis Pemkab Kukar, dalam mengintegrasikan kebutuhan spiritual, sosial, dan rekreasi dalam satu kawasan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, saat dikonfirmasi pada Selasa (1/7/2025).
Wiyono menjelaskan, pembangunan musala akan dilakukan di area kantong parkir yang dikhususkan untuk kendaraan roda dua, tepat di sekitar area Pujasera Tenggarong, yang berdekatan dengan eks Gedung Kekraf.
Sementara kendaraan roda empat, akan diarahkan untuk tetap menggunakan parkir utama.
Lokasi ini dipilih dengan pertimbangan strategis, agar tidak mengganggu lalu lintas dan tetap mudah dijangkau pengunjung.
“Penempatan musala di kantong parkir motor bertujuan, untuk memberi kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat, dan ini sudah melalui kajian teknis serta rekomendasi dari pihak satuan lalu lintas,” ungkap Wiyono.
Menurut Wiyono, kawasan eks Gedung Kekraf memiliki potensi besar sebagai simpul aktivitas masyarakat.
Namun, selama ini kawasan tersebut kurang termanfaatkan secara maksimal.
Oleh karena itu, pemerintah daerah mengambil inisiatif untuk merevitalisasi kawasan tersebut, agar lebih hidup dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satu masalah utama yang diperhitungkan adalah, kemacetan di sekitar lokasi saat terjadi peningkatan arus kunjungan, terutama saat akhir pekan atau hari libur.
Penataan kantong parkir menjadi langkah preventif, untuk mengurai potensi kepadatan kendaraan.
Selain pembangunan musala, proyek lain yang juga menjadi perhatian utama adalah pembangunan arena skatepark.
Fasilitas olahraga ini, dibangun secara bertahap karena keterbatasan anggaran serta luas area yang cukup besar.
“Skatepark dibangun bertahap karena dana yang tersedia terbatas, sementara luas lahan dan kebutuhan teknis cukup besar. Tapi kami targetkan selesai tahun ini juga,” ujar Wiyono.
Wiyono menambahkan bahwa setelah proses pembangunan fisik rampung, skatepark tersebut akan dikelola oleh dinas teknis terkait.
Tujuannya agar fasilitas ini, dapat dijaga dan dikelola dengan baik secara berkelanjutan, termasuk dari aspek pemeliharaan serta sistem pengaturan akses penggunaan oleh masyarakat.
Ia menambahkan bahwa fasilitas ini nantinya, di manfaatkan oleh masyarakat umum, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.
Bagi generasi muda, skatepark akan menjadi ruang ekspresi dan aktivitas yang sehat.
Bagi warga secara keseluruhan, keberadaan musala akan melengkapi kebutuhan dasar fasilitas publik yang manusiawi dan berbudaya.
Kawasan ini juga ditujukan sebagai destinasi keluarga, yang memadukan wisata kuliner, olahraga, hingga ruang ibadah dalam satu area yang terhubung.
Pembangunan fasilitas dilakukan secara paralel dan bertahap, dan Dinas PU menargetkan seluruh pekerjaan—baik musala maupun skatepark—dapat diselesaikan paling lambat pada akhir tahun 2025.
“Kami terus berupaya menyelesaikannya secepat mungkin, dan jika tidak ada kendala tambahan, baik teknis maupun non-teknis, tahun ini semua sudah bisa difungsikan,” tutup Wiyono.
Revitalisasi kawasan eks Gedung Kekraf, merupakan bagian dari transformasi wajah kota yang ingin dibangun Pemkab Kukar.
Dengan menyediakan fasilitas publik yang terintegrasi dan ramah masyarakat, Pemkab berharap kawasan ini, dapat menjadi ikon baru Kota Tenggarong yang hidup, fungsional, dan mendukung produktivitas warganya. (Adv-DPU Kukar/INR)















