banner 728x90

banner 728x90

PU Kukar Tata Ulang Sistem Drainase Tenggarong, Dorong Lingkungan Lebih Bersih dan Aman.

Awang Agus Subandi Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kutai Kartanegara

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Penataan infrastruktur drainase kembali menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada tahun 2025.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) khususnya Bidang Sumber Daya Air (SDA), pemerintah tengah mengupayakan percepatan pengerjaan 10 proyek drainase di sejumlah titik penting dalam wilayah Kota Tenggarong.

Kepala Bidang SDA DPU Kukar, Awang Agus Syahbandi, menegaskan bahwa pelaksanaan proyek drainase tahun ini tak hanya menyasar penyelesaian fisik, tetapi juga diarahkan untuk memberikan solusi terhadap persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan padat aktivitas masyarakat.

“Kami mulai dari muara saluran, sebab ini krusial untuk kelancaran aliran air, dan setelah itu, baru kita bangun atau benahi sistem drainase di bagian dalamnya,” ujar Awang kepada media, Jumat (23/5/2025).

Ke-10 proyek tersebut menggunakan APBD murni 2025, dengan rincian sejumlah pekerjaan lanjutan dari tahun anggaran sebelumnya. Beberapa proyek yang saat ini telah masuk tahap pelaksanaan antara lain:

Drainase Kelurahan Loa Ipuh (Rp17,5 miliar)
Kanal Banjir di sekitar Taman Kota Raja (TKR) (Rp8,5 miliar)
Lanjutan Drainase Jalan Mawar (Rp14,6 miliar)
Drainase Jalan Maduningrat (Rp6,6 miliar)
Drainase Rapak Mahang (Rp3,6 miliar)
Drainase Perumahan Arwana (Rp2,7 miliar)

Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus adalah kawasan RT 13 Kelurahan Timbau, tepatnya di wilayah Rapak Mahang, yang kerap terdampak genangan air saat hujan deras.

“Di sana kami akan buka jalur sambungan saluran ke Jalan Udang. Tujuannya agar air cepat dialirkan dan tidak mengendap di pemukiman warga,” jelas Awang.

Di kawasan lain, proyek drainase di Jalan Jelawat dengan alokasi anggaran Rp9,9 miliar dirancang, untuk membantu pengendalian banjir di Jalan Pesut. Kawasan ini menjadi titik krusial karena aliran air sering tertahan akibat penyempitan di bagian hilir.

Namun, Awang menekankan bahwa kendala teknis juga muncul di titik seperti Jalan Putri Kencana, karena saluran di area tersebut merupakan sungai yang berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda, bukan Dinas PU Kukar.

“Kami tetap menjalin koordinasi dengan BWS karena permasalahannya saling berkaitan. Walaupun bukan wilayah kerja langsung kami, dampaknya menyambung ke drainase yang kami bangun,” terangnya.

Selain proyek-proyek tersebut, turut dikerjakan:

Drainase Jalan Belida (Rp1,8 miliar)
Drainase Gunung Belah (Rp2,6 miliar)
Lanjutan Drainase Jalan Pesut (Rp1,2 miliar)

Meski saat ini masih dalam tahap awal dengan nilai pagu anggaran sementara, pihak DPU Kukar optimistis proses pelaksanaan akan berjalan sesuai jadwal dan berdampak signifikan pada kualitas tata kota Tenggarong.

“Kami harap ke depan, wajah kota Tenggarong menjadi lebih rapi, lingkungan lebih bersih, dan masyarakat bisa beraktivitas tanpa khawatir soal genangan atau banjir,” tegas Awang.

Dinas PU Kukar memandang pembangunan drainase bukan sekadar tanggung jawab teknis, tetapi juga bagian dari komitmen jangka panjang membangun kota yang lebih tertata, adaptif, dan layak huni. (Adv-DPU Kukar/INR)

banner 728x90