NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Rencana besar Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk membenahi akses jalan antar kecamatan di wilayah hulu menghadapi tantangan. Perbaikan ruas jalan Kenohan–Kota Bangun sepanjang 9 kilometer yang semula dijadwalkan dibiayai melalui dana gabungan APBN dan APBD, kini hanya bergantung pada anggaran daerah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Linda Juniarti.
Ia menjelaskan bahwa awalnya proyek ini mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp30 miliar, namun seluruh dana itu dibatalkan akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Setelah DAK dihapus, Kami langsung mengusulkan pembiayaan penuh melalui APBD, dan sekarang sudah disetujui dengan total anggaran sebesar Rp50 miliar,” terang Linda, Kamis (22/5/2025).
Proses tender telah rampung dan rekanan pelaksana telah ditunjuk. Namun, genangan air akibat banjir di sepanjang jalur proyek membuat pekerjaan belum bisa dimulai.
Dinas PU Kukar memilih menunda aktivitas fisik untuk menghindari penurunan mutu pembangunan.
“Kami harus tunggu kondisi kering, dan kalau dipaksakan sekarang, jalan bisa cepat rusak dan konstruksinya tidak kuat,” jelasnya.
Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar Linda menambahkan, jalur tersebut akan dibangun menggunakan sistem rigid pavement atau beton bertulang.
“Pertimbangannya adalah tingginya risiko banjir di kawasan tersebut serta frekuensi lalu lintas kendaraan berat,” lanjutnya.
“Material rigid lebih tahan lama, apalagi di wilayah yang sering terendam, dan Kami ingin hasilnya benar-benar berkualitas dan bisa digunakan jangka panjang,” imbuhnya.
Jalan Kenohan–Kota Bangun menjadi penghubung vital bagi warga di tiga kecamatan.
Dinas PU Kukar menargetkan pengerjaan bisa dimulai segera, setelah kondisi medan memungkinkan.
“Kami berharap curah hujan berkurang agar pelaksanaan bisa segera dimulai, dan ini sudah masuk daftar prioritas,” tutup Linda. (Adv-DPU Kukar/INR















