Sumber Berita yang Akurat & Tepat
banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

MTQH ke-46 Kaltim di Kukar, Panitia Finalisasi 12 Arena dan Kebutuhan Kafilah

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dimatangkan. Sejumlah kebutuhan teknis mulai dari arena lomba, pawai taaruf, hingga pelayanan bagi kafilah menjadi perhatian panitia.

Rapat persiapan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar membahas berbagai agenda yang masih membutuhkan penyesuaian sebelum pelaksanaan kegiatan. Pemerintah Kabupaten Kukar memastikan seluruh unsur pendukung terus dikoordinasikan agar rangkaian MTQH dapat berjalan sesuai rencana.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kukar, Dafip Haryanto, menyebut persiapan belum sepenuhnya memasuki tahap akhir. Beberapa bagian masih harus diselaraskan, khususnya terkait jadwal dan teknis pelaksanaan sejumlah seksi.

“Masih ada beberapa penjadwalan yang kita pastikan, seperti seksi acara, LO, publikasi, dokumentasi, pameran dan pawai,” kata Dafip, Kamis (08/10/2026).

Selain penjadwalan, panitia juga melakukan penyesuaian terhadap sejumlah lokasi kegiatan. Pawai taaruf serta tempat pelantikan Dewan Hakim menjadi bagian yang masih dikoordinasikan untuk memastikan seluruh rangkaian dapat terlaksana dengan baik.

“Termasuk pawai taaruf dan lokasi pelantikan Dewan Hakim, beberapa kegiatannya masih kita sesuaikan,” tuturnya.

Dafip mengatakan, pelaksanaan utama MTQH ke-46 dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 11 November 2026. Para kafilah dari kabupaten dan kota se-Kaltim dijadwalkan mulai tiba di Kukar pada 2 November, kemudian meninggalkan daerah tersebut pada 12 November 2026.

Untuk pelaksanaan cabang lomba, sebanyak 12 arena telah disiapkan oleh panitia. Meski demikian, satu arena masih dalam proses finalisasi lantaran gedung yang direncanakan menjadi lokasi kegiatan sedang menjalani rehabilitasi.

“Sudah ada 12 arena yang kita tetapkan, tetapi satu lokasi masih difinalkan karena gedung serbaguna sedang ada kegiatan rehabilitasi,” sebutnya.

Sebagai langkah antisipasi, panitia telah menyiapkan lokasi alternatif apabila gedung tersebut belum dapat digunakan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah Pendopo Bupati Kukar, dengan koordinasi administratif yang akan dilakukan LPTQ Kukar bersama Bagian Umum dan Sekda selaku pengelola kompleks pendopo.

Di sisi lain, Sekretaris Umum LPTQ Kukar, Fairuz Khalil, menegaskan pentingnya penyelarasan teknis bersama panitia MTQH tingkat provinsi. Finalisasi persiapan akan dilakukan melalui ekspos kegiatan agar kebutuhan antara panitia daerah dan provinsi dapat disamakan.

“Pada tanggal 15 nanti kita akan melakukan finalisasi sekaligus menyelaraskan persiapan bersama panitia provinsi,” tegas Fairuz.

Koordinasi juga akan diperkuat melalui keberadaan liaison officer (LO) untuk masing-masing kafilah. Para LO nantinya menjadi penghubung dalam menangani berbagai kebutuhan peserta selama berada di Kukar, termasuk persoalan tempat tinggal dan konsumsi.

“Nama dan kontak LO akan kita sampaikan ke masing-masing kafilah, sehingga koordinasi pemondokan, konsumsi dan kebutuhan lainnya bisa lebih mudah,” tuturnya.

Untuk tempat tinggal, panitia telah menghimpun sejumlah pilihan hotel dan homestay yang dapat digunakan kafilah sesuai kebutuhan. Sementara untuk konsumsi, kafilah akan mendapatkan informasi mengenai penyedia katering yang tersedia selama pelaksanaan MTQH.

Dari sisi anggaran, Fairuz menyebut kebutuhan keseluruhan penyelenggaraan MTQH ke-46 diperkirakan berada pada kisaran Rp7 miliar hingga Rp8 miliar. Panitia pun mulai membuka peluang dukungan melalui sponsorship untuk membantu memenuhi kebutuhan kegiatan.

“Perkiraan keseluruhan kebutuhan sekitar Rp7-8 miliar. Kita masih berharap ada partisipasi dari masyarakat, perusahaan dan sponsorship,” bebernya.

Fairuz menjelaskan, pembiayaan kegiatan telah dibagi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Pemprov Kaltim akan menangani kebutuhan akomodasi serta honor Dewan Hakim dan hadiah bagi para juara. Sementara kebutuhan lainnya akan dipenuhi melalui anggaran Pemkab Kukar.

“Yang ditanggung provinsi adalah akomodasi, honor Dewan Hakim dan hadiah juara. Selebihnya kita anggarkan melalui kabupaten,” tutupnya.(Adv/diskominfokukar/Don)

banner 728x90