Sumber Berita yang Akurat & Tepat
banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan, Dispar Kukar Dorong Pengelola Promosi Mandiri

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya memperluas pengenalan destinasi wisata di berbagai wilayah. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menilai masih banyak potensi wisata yang belum mendapat perhatian luas sehingga perlu diperkuat dari sisi pengelolaan maupun promosi.

Salah satu langkah yang dilakukan Dispar Kukar ialah melakukan pendataan kembali terhadap kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Pendataan ini menjadi bagian dari upaya melihat kondisi kelompok pengelola wisata sekaligus mendorong kembali peran mereka dalam mengembangkan destinasi di masing-masing wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan pendataan dilakukan karena keberadaan Pokdarwis memiliki peran penting dalam menggerakkan pengelolaan destinasi wisata di tingkat lokal.

“Untuk mendorong destinasi wisata yang masih kurang terekspos, kami kembali mendata Pokdarwis yang ada,” ucap Awang, Rabu (07/10/2026).

Dari pendataan yang dilakukan, Dispar Kukar mencatat terdapat sekitar 60 Pokdarwis. Namun, tidak seluruh kelompok tersebut masih menjalankan aktivitas secara aktif. Saat ini, diperkirakan hanya sekitar 30 Pokdarwis yang masih aktif dalam mengelola maupun mengembangkan kegiatan wisata.

“Saat ini ada sekitar 60 Pokdarwis, tetapi yang aktif sekitar 30-an. Kita terus mendorong agar Pokdarwis kembali aktif, tempat wisata dibenahi dan promosinya ditingkatkan,” katanya.

Menurut Awang, peningkatan promosi tidak harus sepenuhnya bergantung pada pemerintah daerah. Perkembangan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai ruang promosi yang lebih luas dengan melibatkan anak-anak muda yang memiliki kemampuan dan aktivitas di berbagai platform digital.

“Kita juga melibatkan anak-anak muda yang aktif di media sosial. Kita berharap promosi destinasi wisata tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh pengelola dan pengunjung,” tuturnya.

Di sisi lain, Dispar Kukar meminta setiap pengelola destinasi mengambil peran lebih besar dalam memperkenalkan objek wisata yang mereka kelola. Upaya promosi secara mandiri dinilai dapat membantu memperluas jangkauan publikasi sekaligus menjadi solusi di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

“Pengelola destinasi juga kita dorong harus lebih aktif mempromosikan tempat wisata masing-masing, hal itu merupakan salah satu cara kita menyiasati keterbatasan anggaran,” sebutnya.

Untuk mendukung koordinasi, Dispar Kukar juga memanfaatkan grup komunikasi yang telah dibentuk bersama para pengelola dan pihak terkait. Forum tersebut digunakan untuk bertukar informasi serta menjaga komunikasi agar berbagai kebutuhan pengembangan destinasi dapat dibahas secara lebih efisien.

“Kita punya grup komunikasi, sehingga koordinasi bisa dilakukan tanpa harus selalu menggunakan anggaran besar,” tutupnya.(Adv/diskominfokukar/Don)

banner 728x90