banner 728x90

banner 728x90

Inovasi Program Dispora Kukar: Klinik WPM Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal.

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus menguatkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang berdaya saing, khususnya di kalangan pemuda.

Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, program Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) dijalankan sebagai bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan dalam bidang kewirausahaan.

Program tersebut, dirancang untuk menjadi instrumen pembinaan yang lebih menyasar secara spesifik kebutuhan individu, tidak lagi sekadar pelatihan massal, melainkan model intervensi terarah dan berkelanjutan.

Klinik WPM menjadi media fasilitasi pemuda untuk memperoleh akses pendampingan, penguatan kapasitas, serta pembentukan karakter wirausaha.

Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, menjelaskan bahwa Klinik WPM disusun untuk menjawab tantangan lapangan yang dihadapi generasi muda, khususnya dalam membangun usaha secara mandiri.

“Klinik WPM hadir sebagai solusi pembinaan yang adaptif, dan dengan pendekatan program ini, bukan hanya pelatihan teknis, tetapi juga menyentuh pembentukan pola pikir kewirausahaan secara menyeluruh,” ujar Dery, Kamis (19/6/2025).

Program ini dimulai dengan proses assesmen individual, di mana masing-masing peserta akan diidentifikasi potensi dan kebutuhannya.

Dari hasil asesmen tersebut, peserta akan memperoleh materi pembinaan yang relevan, serta disusun dalam bentuk rencana tindak lanjut yang sesuai.

Dispora Kukar juga menciptakan ruang interaksi dan kolaborasi antar peserta, guna membangun jejaring serta memperkuat solidaritas pelaku usaha muda di wilayah Kukar.

Proses belajar tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi juga berbasis pada praktik langsung dan pertukaran pengalaman sesama pelaku usaha pemula.

Sejumlah peserta program telah berhasil memulai usaha kecil berbasis potensi lokal, di antaranya di sektor makanan olahan, kerajinan, hingga layanan berbasis teknologi digital.

Sebagian, bahkan telah mengakses pasar melalui platform daring, sebagai bentuk adaptasi terhadap dinamika ekonomi digital.

“Tujuan utama Kami bukan hanya memberikan bantuan alat, melainkan menciptakan wirausahawan yang tangguh, kreatif, dan mandiri secara ekonomi,” imbuh Derry Wardhana.

Ke depan, Klinik WPM akan dikembangkan hingga ke tingkat desa, seiring dengan arah kebijakan Pemkab Kukar dalam memperluas cakupan layanan pembinaan kepemudaan secara merata di seluruh Kecamatan di Kabupaten Kukar.

Melalui Klinik WPM, Pemkab Kukar berharap terbentuk ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan, di mana pemuda dapat berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang adaptif dan inovatif. (Adv-Dispora Kukar/INR)

banner 728x90