banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Dinkes Kukar Perluas Layanan Spesialis Anak ke Wilayah Rawan Stunting

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Penanganan stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya dilakukan melalui intervensi di fasilitas kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar juga mendekatkan layanan dokter spesialis anak ke wilayah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, terutama daerah dengan keterbatasan akses kesehatan.

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bayi dan balita yang mengalami gangguan pertumbuhan dapat memperoleh pemeriksaan secara langsung dari dokter spesialis anak.

Menurutnya, keberadaan dokter spesialis di daerah menjadi penting karena tidak seluruh masyarakat memiliki kemudahan untuk mendapatkan layanan spesialis di rumah sakit. Karena itu, pelayanan langsung ke wilayah menjadi salah satu upaya untuk mempercepat penanganan terhadap anak yang membutuhkan perhatian medis.

“Untuk kasus stunting yang belum bisa mengakses dokter spesialis anak, kita menghadirkan layanan spesialis ke daerah. Sebab, kondisi stunting memang perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut dari dokter spesialis anak,” ujar Ismi, Senin (05/10/2026).

Penentuan daerah yang menjadi sasaran layanan dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator. Selain melihat data kasus stunting, Dinkes Kukar turut memperhatikan kondisi geografis dan tingkat kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian di antaranya Muara Wis, Muara Badak, Tabang, dan Kembang Janggut. Termasuk sejumlah wilayah di bagian hulu Kukar yang dinilai menghadapi kendala jarak dan akses menuju fasilitas kesehatan rujukan.

“Wilayah seperti Muara Wis menjadi daerah yang rutin kita kunjungi. Muara Badak juga mendapat perhatian, begitu pula Tabang, Kembang Janggut dan kawasan hulu yang akses pelayanan kesehatannya cukup sulit,” jelasnya.

Untuk menentukan prioritas intervensi, Dinkes Kukar memanfaatkan dashboard data kesehatan. Sistem tersebut membantu pemerintah melihat kondisi masing-masing wilayah, termasuk mengidentifikasi puskesmas dengan angka stunting yang masih tinggi.

Dokter spesialis yang diterjunkan nantinya tidak sebatas melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Mereka juga memberikan penanganan serta rekomendasi lanjutan, sekaligus membantu tenaga kesehatan di daerah dalam melakukan pencegahan agar gangguan pertumbuhan tidak berkembang menjadi stunting.

“Dokter spesialis yang kita turunkan akan melakukan pemeriksaan, memberikan penanganan, dan menentukan langkah lanjutan. Upayanya juga mencakup pencegahan supaya kasus yang ada tidak berkembang menjadi stunting,” imbuhnya.

Dokter spesialis anak menjadi tenaga medis yang paling banyak dibutuhkan dalam layanan tersebut karena sasaran utama program adalah bayi dan balita. Untuk memperluas jangkauan pelayanan, Dinkes juga menerapkan pola bergiliran bagi dokter spesialis dari rumah sakit.

Ismi menambahkan, layanan dokter spesialis ke daerah tersebut bukan program yang baru dijalankan. Program serupa telah dimulai sejak 2022, namun sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 dan kemudian kembali dilanjutkan sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan stunting di Kukar.(Adv/diskominfokukar/Dom)

banner 728x90