NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Pelantikan pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) digelar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (2/10/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja pemerintahan daerah.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, dalam sambutannya menyampaikan, para pejabat yang dilantik kini memiliki tanggung jawab untuk mendukung pencapaian visi pembangunan daerah 2025-2030, yakni Kukar Idaman Terbaik. Sebanyak 17 program dedikasi dalam visi tersebut menjadi tanggung jawab seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Sebesar harapan saya kepada Bapak-Ibu sekalian untuk melaksanakan tugas dengan baik. Tentunya Bapak-Ibu akan mengemban amanah dalam pencapaian 17 program dedikasi yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Aulia, dihadapan para pejabat yang akan dilantik, Jum’at (02/10/2026).
Menurutnya, tugas para pejabat tidak hanya berkaitan dengan program dedikasi, tetapi juga mencakup pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta berbagai kegiatan yang bersifat mandatori. Karena itu, pejabat dituntut memiliki inisiatif dan tidak sekadar menjalankan rutinitas pemerintahan.
Ia meminta pejabat yang baru dilantik tidak bersikap pasif dalam menghadapi persoalan di lingkungan kerja. Ia mendorong pejabat untuk mencari solusi dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak sehingga pelaksanaan program tidak selalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Saya berharap Bapak-Ibu sekalian tidak menjadi pejabat yang pasif. Saya berharap Bapak-Ibu sekalian bisa berpikir aktif dan mencari solusi di setiap permasalahan. Tidak semata-mata menggunakan APBD Kabupaten Kutai Kartanegara,” tegasnya.
Memasuki penghujung 2026, ia menyebut terdapat dua pekerjaan besar yang harus segera diselesaikan jajaran pemerintah daerah. Pertama, memastikan seluruh target kerja dan kinerja tahun 2026 berjalan dengan baik. Kedua, menyiapkan perencanaan untuk pelaksanaan program pada 2027.
Karena itu, ia meminta para kepala OPD segera melakukan koordinasi dan menyatukan persepsi dengan jajaran di bawahnya. Menurutnya, pemerintah daerah tidak membutuhkan sosok yang bekerja sendiri, melainkan tim yang mampu berkoordinasi dan bergerak bersama.
“Saya selalu mengingatkan, Bapak-Ibu sekalian, bahwa Kabupaten Kutai Kartanegara atau Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara itu tidak membutuhkan seorang superhero. Kita membutuhkan super tim yang kuat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pejabat administrator, pengawas, dan fungsional agar memahami mekanisme koordinasi dalam organisasi. Ia menilai kerja pemerintahan dapat terganggu apabila pejabat terlalu mengedepankan ego pribadi dan merasa mampu menyelesaikan seluruh persoalan tanpa koordinasi dengan pimpinan.
Ia menegaskan, pejabat administrator memiliki peran penting sebagai eksekutor program pemerintahan. Terlebih, jabatan tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab administratif dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga pejabat diminta tidak bekerja dalam ketakutan dan tetap berkonsultasi apabila menemukan persoalan.
“Kalau Bapak-Ibu ada sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nurani, tidak sesuai dengan keinginan Bapak-Ibu sekalian, berikan jawaban dalam bentuk telaahan staf yang sebenarnya harus Bapak-Ibu lakukan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa pelantikan kali ini tidak berkaitan dengan penurunan jabatan. Berdasarkan evaluasi pemerintah daerah, perubahan yang dilakukan merupakan rotasi jabatan dengan harapan pejabat dapat memberikan gagasan dan kinerja terbaik di lingkungan kerja yang baru.
“Tidak ada satu pejabat yang diturunkan jabatannya. Yang ada hanyalah rotasi jabatan,” ungkapnya.
Ia kemudian meminta seluruh kepala OPD segera merapatkan barisan dan memastikan jajaran bekerja sesuai visi, RPJMD, serta arah pembangunan Kukar Idaman Terbaik. Para pimpinan juga diminta bertanggung jawab dalam mengarahkan bawahannya agar tidak terjadi gerakan yang tidak sejalan dengan kebijakan organisasi.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah organisasi. Menurutnya, apabila terdapat kesalahan dalam pelaksanaan tugas oleh bawahan, pimpinan harus melakukan evaluasi terhadap cara memimpin dan memberikan arahan.
“Di dalam kepemimpinan kami, kami selalu menyatakan bahwa anak buah itu tidak pernah salah. Kalaupun ada kesalahan, itu salah bagaimana cara kita memimpin,” tuturnya.
Ia berharap pejabat yang baru dilantik mampu menjadi penggerak sekaligus akselerator dalam pelaksanaan program pembangunan daerah. Dengan koordinasi yang kuat dan kepemimpinan yang baik, seluruh jajaran diharapkan dapat bersama-sama mewujudkan target Kukar Idaman Terbaik.
“Jadilah super tim yang kuat untuk mewujudkan Kukar Idaman Terbaik yang menjadi bagian tanggung jawab Bapak-Ibu sekalian di jabatan masing-masing,” pungkasnya.(Adv/diskominfokukar/Don)














