NAWALAPOST.COM, BALIKPAPAN – Potensi pengembangan sektor logistik dan kepelabuhanan di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu peluang yang dijajaki Pemerintah Provinsi Hebei, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), di tengah masifnya aktivitas pembangunan dan investasi di wilayah tersebut.
Penjajakan dilakukan melalui kunjungan delegasi Pemerintah RRT dan perwakilan Pemerintah Provinsi Hebei yang tergabung dalam Hebei Construction & Investment Group Co., Ltd. (HECI) ke PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), Balikpapan, Selasa (29/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komunikasi awal untuk melihat peluang kerja sama antara Hebei dan Kaltim.
Infrastruktur kepelabuhanan dan dukungan logistik menjadi perhatian karena memiliki keterkaitan dengan perkembangan kawasan industri serta pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Direktur Operasi dan Teknik PT KKT, Sulaeman Hattase, menerima langsung delegasi dalam kunjungan tersebut.
Pertemuan diisi dengan pertukaran informasi mengenai aktivitas terminal, layanan kepelabuhanan, serta peran KKT dalam mendukung kebutuhan logistik di Kaltim.
Sulaeman mengatakan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi KKT untuk membuka komunikasi dengan pihak Hebei sekaligus memperkenalkan potensi fasilitas yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan investasi.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan yang baik untuk saling bertukar informasi dan melihat potensi kerja sama yang dapat dikembangkan, khususnya di bidang kepelabuhanan dan logistik,” ujar Sulaeman.
Menurut dia, pembangunan IKN dan pertumbuhan kawasan industri di Kaltim berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap konektivitas dan layanan logistik yang mampu menopang rantai pasok.
Karena itu, pengembangan kerja sama antardaerah tidak hanya berkaitan dengan investasi, tetapi juga kesiapan infrastruktur yang menjadi pendukung aktivitas ekonomi.
“Dengan adanya pembangunan IKN dan perkembangan kawasan industri di Kalimantan Timur, kebutuhan terhadap konektivitas dan dukungan logistik juga menjadi bagian yang penting untuk diperhatikan,” katanya.
Delegasi Tinjau Fasilitas Terminal
Setelah melakukan pertemuan, delegasi Hebei melihat langsung fasilitas operasional PT KKT.
Rombongan meninjau area dermaga dan lapangan penumpukan peti kemas. Sejumlah peralatan bongkar muat, termasuk Quay Container Crane (QCC) dan Rubber Tyred Gantry (RTG), turut diperkenalkan.
Delegasi juga melihat area Planning and Control untuk mendapatkan gambaran mengenai pengelolaan kegiatan operasional terminal.
PT KKT melayani kegiatan bongkar muat peti kemas, dan nonpeti kemas.
Keberadaannya di kawasan Kariangau menempatkan terminal tersebut dekat dengan kawasan industri dan jalur aktivitas ekonomi Balikpapan serta Kaltim.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung pengembangan konektivitas logistik apabila aktivitas industri dan investasi di Kaltim terus bertumbuh.
Kerja Sama Masih Tahap Penjajakan
Kunjungan delegasi Hebei belum menghasilkan kesepakatan kerja sama konkret. Pembahasan lanjutan masih diperlukan untuk mengidentifikasi bidang, skema, serta bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan.
Selain sektor kepelabuhanan dan logistik, peluang kerja sama juga terbuka pada pengembangan kawasan industri maupun sektor lain yang memiliki keterkaitan dengan investasi dan pembangunan Kaltim.
Sulaeman menyampaikan, KKT siap membuka informasi terkait fasilitas dan layanan terminal sebagai bagian dari proses pembahasan lebih lanjut.
“Harapannya, penjajakan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas ke depan. KKT tentunya siap memberikan informasi mengenai layanan dan fasilitas yang dimiliki, sehingga dapat menjadi bagian dari pembahasan lebih lanjut antara para pihak,” tuturnya.
Menurutnya, penguatan konektivitas menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kaltim.
Infrastruktur pelabuhan memiliki posisi strategis dalam menjaga kelancaran distribusi barang, khususnya untuk kawasan industri dan proyek pembangunan berskala besar.
Kunjungan HECI diharapkan menjadi awal komunikasi yang lebih intensif antara Hebei dan Kaltim.
Tahapan berikutnya akan menentukan potensi kerja sama yang dapat diwujudkan, berdasarkan kebutuhan, kesiapan infrastruktur, dan kesepakatan para pihak.
“Kami melihat ada ruang kolaborasi yang dapat dibahas lebih lanjut. KKT siap mendukung proses komunikasi tersebut dengan memberikan informasi mengenai layanan dan fasilitas yang tersedia,” pungkasnya. (INR/NZR)














