banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Kukar Dorong Desa Cantik, Tiga Desa Disiapkan Jadi Pilot Project Pendataan

Sesi Foto bersama dengan Kepala DPMD Kukar, Arianto.(Foto:Don)

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Penguatan tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus diarahkan pada penggunaan data yang akurat dan sesuai standar. Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) menjadi salah satu upaya yang didorong untuk meningkatkan kualitas pendataan di tingkat desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa keberadaan data yang valid menjadi kebutuhan penting dalam menentukan arah pembangunan maupun program pemberdayaan masyarakat di desa.

“Program Desa Cinta Statistik ini, dimana desa ini mengolah data yang baik. Terkait dengan kondisi dan data penduduk mereka, sehingga data itu betul-betul valid, betul-betul real,” ujar Arianto, Kamis (30/09/2026).

Ia menjelaskan, penerapan Desa Cantik tidak hanya berorientasi pada pengumpulan data, tetapi juga bagaimana desa mampu mengelola informasi kependudukan dan kondisi wilayah secara terstruktur. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung penerapan kebijakan Satu Data Indonesia hingga ke tingkat pemerintahan paling bawah.

Tiga desa yang mengikuti program tersebut yakni Desa Loa Kulu Kota, Desa Ponoragan, dan Desa Sumber Sari. Ketiga desa tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi desa-desa lainnya di Kukar. Menurut Arianto, praktik pengelolaan data yang telah diterapkan dapat direplikasi sehingga kualitas pendataan tidak hanya berkembang di desa yang mengikuti program.

“Harapannya ketika program Desa Cinta Statistik ini, desa-desa ini sudah baik, itu bisa ditularkan ke desa-desa Kukar. Sehingga nanti desa-desa lain juga memiliki data yang bagus, sesuai standar,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, program Desa Cantik mendapatkan pendampingan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu desa memenuhi standar pendataan, termasuk melengkapi sejumlah data yang masih perlu disesuaikan dengan ketentuan program.

“Jadi nanti tiga desa ini menjadi pilot project untuk belajar di seluruh desa yang lain,” ungkapnya.

Pemkab Kukar selanjutnya menargetkan praktik yang diterapkan pada tiga desa tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi desa lainnya. Dengan demikian, pengelolaan data berbasis standar diharapkan dapat diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah desa di Kukar.

“Harapannya nanti semua desa itu akan belajar ke tiga desa ini,” tandasnya.(Adv/Diskominfokukar/Don)

banner 728x90