banner 728x90

banner 728x90

Buka Puasa Bersama, SMK Medika Samarinda Perkuat Silaturahmi dan Umumkan Rencana Pembangunan Gedung Baru.

NAWALAPOST.COM SAMARINDA – Suasana kebersamaan terasa hangat di lingkungan SMK Medika Samarinda, saat keluarga besar sekolah menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan salat Magrib, isya dan Tarawih berjamaah, Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Bengkuring, Samarinda ini dihadiri guru, tenaga kependidikan, masyarakat sekitar hingga sejumlah mitra pendidikan.

Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda silaturahmi yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan.

Selain mempererat hubungan internal sekolah, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.

“Kegiatan buka puasa bersama ini melibatkan unsur guru, tenaga kependidikan, staf, serta warga yang berada di sekitar Bengkuring, dan ini menjadi bentuk kebersamaan sekaligus rasa syukur Kami,” ujarnya.

Menurutnya, kebersamaan dalam kegiatan tersebut juga terlihat dari persiapan hidangan berbuka yang sebagian besar dibuat langsung oleh para guru.

Mulai dari kue hingga menu utama, seperti ikan dan ayam bakar dipersiapkan secara gotong royong, oleh keluarga besar sekolah.

“Ada kue yang dibuat oleh guru, kemudian ikan dan ayamnya juga dibakar oleh para guru. Harapannya semua yang terlibat mendapatkan keberkahan dari kegiatan buka puasa ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Musmulyadi juga mengungkapkan perkembangan dan rencana pengembangan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.

Pihak sekolah berencana membangun gedung baru tiga lantai, guna menambah ruang kelas belajar (RKB).

Rencana tersebut muncul seiring meningkatnya minat masyarakat, untuk menyekolahkan anaknya di SMK Medika Samarinda. Saat ini, jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai sekitar 1.500 orang.

“Kami sudah melakukan pembebasan lahan di samping sekolah. Insyaallah tahun 2026 Kami akan mengajukan proposal ke Pemerintah Provinsi, untuk pembangunan gedung tiga lantai agar kapasitas siswa bisa meningkat,” ungkapnya.

Jika pembangunan itu terealisasi, kapasitas sekolah diperkirakan dapat menampung hingga 2.000 siswa. Hal ini sekaligus menjawab kebutuhan ruang belajar yang selama ini masih terbatas.

Musmulyadi menegaskan bahwa, kualitas sebuah sekolah tidak hanya ditentukan oleh bangunan atau fasilitas yang dimiliki.

Menurutnya, proses pendidikan yang baik, terutama kualitas tenaga pengajar, menjadi faktor utama keberhasilan sebuah lembaga pendidikan.

“Sekitar 60 persen indikator keberhasilan sekolah itu ada pada gurunya. Kalau gurunya disiplin, bertanggung jawab, dan mengajar dengan baik, maka proses pendidikan juga akan berjalan maksimal,” terangnya.

Selain warga sekolah dan masyarakat sekitar, kegiatan buka puasa bersama tersebut juga mengundang sejumlah kepala sekolah, pimpinan perguruan tinggi, serta pejabat di tingkat kecamatan.

Kehadiran mereka sekaligus memperkuat jaringan kerja sama, antara sekolah dengan berbagai lembaga pendidikan.

Saat ini, SMK Medika Samarinda juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya dengan Politeknik di bidang kesehatan.

Kerja sama tersebut membuka peluang bagi guru untuk melanjutkan pendidikan serta bagi alumni untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Tak hanya itu, pihak sekolah juga tengah menyiapkan program pelatihan bagi siswa yang berminat bekerja di luar negeri, termasuk peluang kerja di Jepang melalui program pelatihan khusus.

“Kami berharap dukungan masyarakat Samarinda agar SMK Medika tetap konsisten menjadi sekolah terbaik di Kalimantan Timur,” ungkapnya.

“Lulusannya diharapkan mampu mandiri, berwirausaha, maupun bekerja di dunia industri,” pungkasnya. (INR/NZR)

banner 728x90