NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Tim Pentaque Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan kesiapan penuh menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2025.
Sebanyak 14 atlet terbaik, terdiri dari tujuh putra dan tujuh putri, dipersiapkan untuk berlaga dan memperebutkan tiket menuju Porprov 2026.
Kepala Pelatih sekaligus Sekretaris Pentaque Kukar, Muhammad Nur Alamsyah, memastikan timnya sudah dalam kondisi siap tempur seratus persen.
Meski seluruh tahapan Training Center (TC) dilakukan secara mandiri, semangat juang para atlet disebut tetap tinggi dan konsisten.
“Untuk Pentaque Kukar, insya Allah kami 100 persen siap. Walaupun TC dilakukan secara mandiri, latihan tetap berjalan. Target kami jelas, kami ingin meraih medali dan menjadi juara umum,” ujar Alamsyah, Sabtu (31/10/2025).
Di balik optimisme itu, Alamsyah tidak menutup mata terhadap sejumlah kendala yang dihadapi timnya.
Beberapa atlet andalan diketahui telah berstatus mahasiswa dan pekerja di luar daerah, sehingga sulit mengikuti pemusatan latihan secara penuh.
“Beberapa atlet kami sudah kuliah di universitas luar daerah seperti UNIV dan UNES, bahkan ada yang sudah bekerja di perusahaan. Jadi, mereka agak sulit untuk bergabung dalam TC karena izin yang terbatas,” jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya menegaskan semangat dan komitmen seluruh atlet tetap terjaga, dan komunikasi serta latihan daring maupun mandiri tetap dijalankan agar kondisi fisik dan teknik para pemain tetap prima.
Dari total 13 nomor yang akan dipertandingkan pada BK Porprov nanti, tim Pentaque Kukar menargetkan sedikitnya Lima Medali Emas.
Target itu disebut realistis, namun tetap disertai tekad untuk memberikan hasil lebih dari yang direncanakan.
“Dari 13 medali yang akan diperebutkan, target awal kami lima emas dulu, dan sisanya akan Kami perjuangkan sebaik mungkin,” tambah Alamsyah.
Sejumlah atlet Pentaque Kukar sebelumnya juga telah tampil dalam ajang nasional seperti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), yang menjadi ajang evaluasi dan tolak ukur kekuatan tim menjelang BK Porprov.
Persiapan mandiri yang dilakukan tim Pentaque Kukar sejauh ini terkendala oleh minimnya dukungan pembiayaan.
Alamsyah berharap perhatian lebih dari pemerintah daerah agar para atlet bisa berlatih secara lebih terpusat dan maksimal.
“Kalau ada bantuan pembiayaan TC dari pemerintah, tentu kami bisa memaksimalkan latihan, dan saat ini atlet Kami tersebar di beberapa wilayah seperti Loa Janan, Tenggarong, dan Tenggarong Seberang. Kalau bisa terpusat, koordinasi latihan akan jauh lebih efektif,” ungkapnya.
Cabang olahraga Pentaque dijadwalkan berlangsung di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, pada akhir November 2025, tepatnya antara tanggal 23 hingga 30 November.
Dari 17 kelas yang terdaftar, panitia memperkirakan hanya 13 yang akan dipertandingkan, menyesuaikan dengan keputusan Pengurus Besar (PB) Porprov Kaltim.
Alamsyah menyampaikan harapan besar agar Pemerintah Daerah dapat terus mendukung pembinaan olahraga, khususnya Pentaque, di Kutai Kartanegara.
Menurutnya, membina atlet bukan sekadar membentuk prestasi, tetapi juga membentuk karakter dan masa depan generasi muda.
“Harapan Kami sederhana, semoga fasilitas dan pembiayaan bisa difasilitasi lebih baik. Karena membina atlet itu juga membina manusia, butuh perhatian dan dukungan agar prestasi bisa terus mengalir,” tutupnya. (Adv-Dispora Kukar/INR)















