NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Gerakan Pramuka di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini diarahkan untuk mengambil peran yang lebih luas dan strategis.
Tidak hanya sebatas kegiatan rutin dan seremoni, Pramuka diharapkan menjadi wadah pembinaan yang adaptif, kreatif, dan mampu berkontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia muda.
Komitmen ini ditegaskan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar melalui Bidang Kepramukaan, yang terus mendorong peningkatan peran kwartir ranting di setiap kecamatan.
Kwartir ranting dipandang sebagai unsur penting dalam memperkuat pelaksanaan program kepramukaan di wilayah masing-masing, sekaligus menjadi penggerak inovasi dalam kegiatan pembinaan generasi muda.
Kepala Bidang Kepramukaan Dispora Kukar, Nopan Solihin, menjelaskan bahwa kwartir ranting memiliki kedekatan langsung dengan peserta didik dan lingkungan sosial, sehingga mampu merancang kegiatan yang relevan dengan karakteristik daerahnya.
“Kwartir ranting memiliki ruang yang luas untuk berinovasi, dan mereka dapat menyesuaikan kegiatan kepramukaan dengan kebutuhan dan potensi wilayah masing-masing, sehingga pembinaan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Nopan, Jumat (31/10/2025).
Menurutnya, Dispora Kukar menilai keaktifan kwartir ranting berperan besar dalam menjaga semangat gerakan Pramuka di daerah.
Berbagai kegiatan seperti Pesta Siaga, dan peringatan Hari Pramuka tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan di kalangan anggota muda.
“Selama ini kegiatan Pramuka di Kukar berkembang sangat baik, dan banyak kwartir ranting yang berhasil mengemas kegiatan dengan menarik dan edukatif, sehingga peserta merasa termotivasi untuk terus aktif,” jelasnya.
Selain pembinaan karakter, Dispora Kukar juga memperluas kegiatan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan praktis.
Program seperti pelatihan Fire and Rescue dan Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB), kini menjadi agenda rutin yang diminati oleh kwartir ranting di berbagai Kecamatan.
“Pelatihan Fire and Rescue, misalnya, tidak hanya melatih ketangkasan fisik, tetapi juga membangun sikap tanggap darurat, disiplin, serta kemampuan bekerja sama, dan kegiatan semacam ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda masa kini,” tambah Nopan.
Dispora Kukar berencana memperkuat sinergi antara kwartir ranting dengan sekolah, lembaga masyarakat, serta organisasi kepemudaan agar kegiatan kepramukaan semakin inklusif dan berkelanjutan.
Kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan dapat memperluas jangkauan dan dampak positif gerakan Pramuka bagi masyarakat.
“Kami ingin gerakan Pramuka di Kukar dikenal bukan hanya karena simbol dan seragamnya, tetapi karena kontribusi nyatanya bagi masyarakat,” tuturnya.
“Dan, dengan melalui kegiatan yang produktif dan inovatif, Pramuka dapat menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda,” pungkasnya. (Adv-Dispora Kukar/INR)















