banner 728x90

banner 728x90

Pelepasan Siswa SMK Medika Samarinda: Meriah, Tanpa Dana BOS, dan Tak Membebani Orang Tua

Ketua Yayasan Insan Mandiri Rasman Rading Saat Memberikan Pidato Sambutan

NAWALAPOST.COM, SAMARINDA – Sabtu siang di Mall Samarinda Square, lantai 3, terasa berbeda dari biasanya. Suasana berubah menjadi lautan kebahagiaan bercampur haru ketika ratusan siswa kelas XII SMK Medika Samarinda mengenakan seragam terbaik mereka, bersiap mengikuti prosesi pelepasan kelulusan yang tidak sekadar sebuah acara, tapi juga perayaan perjalanan, perjuangan, dan harapan.

Dengan mengusung tema “Spektakuler Berkarakter Memang Beda Anti Galau”, acara ini menjadi simbol semangat dan karakter khas SMK Medika: penuh warna, penuh makna, dan tanpa beban finansial.

Tidak mengandalkan dana BOS dan tanpa memungut biaya tinggi dari orang tua siswa, sekolah ini justru memperlihatkan bahwa semangat gotong royong dan inovasi bisa menjadi pilar kuat dalam menjalankan pendidikan bermutu.

Pendidikan Gratis, Pelepasan Mandiri.

Ketua Yayasan Insan Mandiri, Rasman Rading, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya ketika memberikan sambutan.

Di hadapan ribuan orang tua, guru, dan siswa, ia menegaskan bahwa lebih dari 500 lulusan tahun ini, adalah hasil dari proses pendidikan yang tidak hanya menekankan kecakapan akademis, tapi juga karakter dan nilai spiritual.

“Setiap pagi siswa Kami awali dengan salat berjamaah, dan kami ajarkan bahwa nilai etika, disiplin, dan integritas itu tak kalah penting dari nilai rapor,” ujarnya.

Menariknya, seluruh pendidikan di SMK Medika diberikan secara gratis, tanpa pungutan biaya pendidikan. Sekolah ini pun berjalan tanpa bergantung pada dana BOS, melainkan dibiayai dari unit usaha sekolah, seperti asrama siswa yang hanya dikenakan Rp150.000 per bulan.

“Prinsip Kami sederhana: siapa pun anaknya, dari latar belakang apa pun, berhak mendapat pendidikan yang layak,” tambah Rasman.

Acara Tanpa Paksaan, Penuh Keterlibatan.

Pelepasan ini bukan hanya ajang perpisahan, tapi juga perwujudan nilai kolaboratif yang selama ini ditanamkan di sekolah.

Kepala SMK Medika Samarinda, Mus Mulyadi, menjelaskan bahwa meskipun acara digelar di pusat perbelanjaan, pemilihannya bukan untuk tampil mewah, melainkan karena pertimbangan efisiensi dan kenyamanan bagi peserta.

“Biaya yang dikenakan hanya untuk kebersihan dan operasional di Mall Samarinda Square ini, hanya Rp550.000,” katanya.

“Sedangkan iuran sumbangan sukarela persiswa hanya Rp250.000, Itu pun bersifat sukarela dan tidak memaksa. Siswa yang tidak mampu tetap bisa mengikuti seluruh rangkaian acara,” jelasnya.

Tidak ada sepeser pun dana BOS digunakan. Seluruh kebutuhan acara ditutupi dari kas sekolah, unit usaha yayasan, dan partisipasi sukarela wali murid.

Mus Mulyadi menekankan bahwa, transparansi dan inklusivitas menjadi prinsip utama mereka.

Penampilan Siswa SMK Medica Samarinda

Capaian dan Harapan: Lebih dari Sekadar Perpisahan.

Di tengah kemeriahan acara, satu kebanggaan besar terselip. Melalui program Bursa Kerja Khusus (BKK), lebih dari 80 persen lulusan tahun ini, telah diterima bekerja di berbagai industri kesehatan dan teknologi, sementara sisanya memilih melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Ini hasil dari kerja sama nyata dengan dunia usaha dan industri yang Kami bangun sejak awal siswa duduk di kelas XI,” ujar Mus Mulyadi.

Sekolah juga mengintegrasikan program magang, sebagai bagian dari proses pendidikan.

Acara ditutup dengan penampilan seni siswa, pemberian penghargaan lulusan terbaik.

Di akhir acara, pelukan hangat antara siswa dan guru menjadi momen paling menyentuh – simbol rasa terima kasih sekaligus perpisahan.

Inspirasi dari Sekolah Swasta Mandiri.

SMK Medika Samarinda telah menjadi bukti bahwa, sekolah swasta bisa menjalankan pendidikan inklusif dan bermutu tanpa beban finansial yang berat.

Dengan pengelolaan yang profesional dan semangat pengabdian yang tinggi, sekolah ini tidak hanya mencetak lulusan berkompetensi tinggi, tetapi juga berkarakter kuat.

Di tengah mahalnya biaya pendidikan dan tantangan keterbatasan anggaran, SMK Medika memberikan inspirasi: bahwa sistem yang dibangun atas dasar niat tulus dan pengelolaan yang cerdas, mampu menciptakan perubahan nyata. (INR/MNA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90