banner 728x90

banner 728x90

Muara Badak dan Tenggarong Melangkah ke Final Bupati Cup 2025.

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Turnamen sepak bola antar kecamatan se-Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bertajuk Piala Bupati Cup Putra 2025 memasuki babak penentuan.

Dua tiket final akhirnya menjadi milik Kecamatan Muara Badak dan Kecamatan Tenggarong, setelah sama-sama meraih kemenangan pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Rondong Demang, Kamis (25/9/2025).

Pertandingan semifinal pertama mempertemukan Muara Badak melawan juara bertahan, Kecamatan Loa Janan.

Laga ini disebut-sebut sebagai final dini, karena kedua tim memiliki materi pemain yang merata dan kualitas permainan yang stabil sejak penyisihan.

Namun, Muara Badak tampil lebih agresif dan efektif dalam memanfaatkan peluang, dan hasilnya, mereka sukses mengamankan kemenangan dua gol tanpa balas dan memastikan langkah ke partai pamungkas.

Sementara itu, semifinal kedua yang mempertemukan Kecamatan Tenggarong dengan Kecamatan Loa Kulu berlangsung tidak kalah dramatis.

Bermain sebagai tuan rumah, Tenggarong tampil menekan sejak awal dan unggul 2-0 pada babak pertama.

Memasuki paruh kedua, Tenggarong kembali menambah keunggulan menjadi 3-0 dan sempat terlihat mengendalikan pertandingan.

Namun Loa Kulu tidak menyerah begitu saja, dan dengan memanfaatkan rotasi yang dilakukan Tenggarong pada menit-menit akhir, Loa Kulu mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 dan kembali menipiskan skor menjadi 2-3 menjelang waktu normal berakhir.

Meski mendapat tambahan waktu dua menit, Loa Kulu gagal menyamakan kedudukan, dan Tenggarong pun keluar sebagai pemenang dan melangkah ke final.

Dengan demikian, Muara Badak akan menantang Tenggarong di partai puncak yang dijadwalkan Sabtu (27/9/2025).

Adapun perebutan tempat ketiga akan mempertandingkan Loa Janan, menghadapi Loa Kulu pada Jumat (26/9/2025) di stadion yang sama.

Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa penyelenggaraan Piala Bupati Cup tidak semata soal kompetisi, tetapi menjadi sarana pembinaan atlet sepak bola asli daerah yang tersebar di kecamatan-kecamatan.

“Turnamen ini Kita jadikan ruang penjaringan pemain yang punya potensi, untuk dikembangkan lebih jauh, dan semua pemain yang tampil adalah putra daerah, dan ini menjadi bagian dari program pembinaan Askab PSSI Kukar,” ujar Thauhid.

Ia menambahkan, edisi tahun ini terasa istimewa karena pelaksanaannya digelar bersamaan dengan Piala Bupati Cup Putri serta rangkaian perayaan *Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura*.

Penyelenggaraan yang serentak itu, menurutnya, memberikan suasana semarak karena masyarakat dari berbagai kecamatan dapat turut menyaksikan.

“Ajang sepak bola putri sudah selesai dan kita sudah mendapatkan juaranya, dan Kami memang ingin momentum ini menyatu dengan kemeriahan Erau, sehingga masyarakat dapat merasakan keseruan festival budaya sekaligus menyaksikan pertandingan sepak bola,” jelasnya.

Thauhid berharap pertandingan penentuan juara nanti berlangsung tertib dengan menjunjung tinggi semangat persatuan.

“Dukung tim kecamatan masing-masing dengan cara yang santun. Sportivitas harus diutamakan karena kita semua adalah saudara,” pesannya. (Adv-Dispora Kukar/INR)

banner 728x90