NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Upaya membangkitkan kembali kejayaan futsal Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya bergantung pada atlet, tetapi juga pada kualitas para pelatih, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menilai pembinaan pelatih merupakan elemen penting dalam sistem pembinaan futsal modern. Sabtu(15/11/2025)
Sekretaris Dispora Kukar, Syafliansyah, mengungkapkan bahwa futsal adalah olahraga yang terus berkembang. Perubahan strategi permainan dan kebutuhan kompetitif memerlukan pelatih yang mengikuti perkembangan zaman.
“Kalau pelatihnya tidak berkembang, pemainnya juga berhenti berkembang,” katanya.
Dispora menilai pelantikan kepengurusan baru Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Kukar harus menjadi momentum awal untuk memperkuat kualitas dan kuantitas pelatih di seluruh Kecamatan.
Salah satu langkah yang diharapkan adalah penyelenggaraan kursus lisensi pelatih, mulai dari level dasar hingga intermediate.
Menurut Syafliansyah, Kabupaten Kukar memiliki banyak talenta pelatih berpengalaman, tetapi sebagian besar tidak memiliki sertifikasi resmi, sehingga menyulitkan mereka untuk mengembangkan karier atau menguatkan klub-klub lokal secara profesional.
“Kami berharap Afkab segera memetakan pelatih yang ada dan membuat kelas pelatihan, dan jika ada program dan kebutuhan yang jelas, Dispora siap mendukung,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar seluruh klub futsal, baik tingkat kecamatan maupun desa, dapat ikut berpartisipasi dalam program penyegaran pelatih, dan dengan begitu, standar pembinaan di akar rumput akan semakin baik dan seragam.
Di sisi lain, peningkatan kualitas pelatih juga diharapkan mampu memperbaiki pola latihan atlet muda, sehingga prestasi futsal Kukar semakin meningkat pada masa mendatang.
Syafliansyah menegaskan bahwa pembinaan pelatih adalah kunci utama dalam menciptakan prestasi berkelanjutan.
“Jika pelatih maju, futsal Kukar akan maju. Pembinaan harus dimulai dari fondasinya,” tegasnya. (Adv-Dispora Kukar/INR)















