NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Kegiatan Trail Arjuna Adventure 2025 yang menempuh jalur alam Desa Loa Raya, Perjiwa, hingga Loa Pari, Kecamatan Tenggarong Seberang, bukan hanya menjadi ajang adrenalin dan hobi otomotif.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa gelaran tersebut membawa misi yang lebih luas, yakni menumbuhkan kecintaan terhadap alam, mempererat jaringan komunitas, serta mempromosikan potensi wilayah.
Seperti diketahui, event Trail Arjuna Adventure “Cinta Alam Kukar (Cakar)” beberapa waktu lalu secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, di Halaman Stadion Rondong Demang.
Sebanyak 1.200 riders berpartisipasi, tidak hanya dari berbagai Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur, tetapi juga dari sejumlah daerah luar provinsi seperti Manado, Palembang, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Malang, Sulawesi Selatan hingga Kalimantan Tengah.
Menurut Aji Ali, antusias peserta tersebut menunjukkan bahwa, Kukar memiliki daya tarik sebagai tuan rumah kegiatan otomotif berbasis wisata petualangan.
Selain menampilkan tantangan medan, rute sepanjang kurang lebih 50 kilometer menyuguhkan panorama hutan, perkebunan, dan kawasan air terjun yang menjadi kekuatan khas Kukar.
“Trail Arjuna Adventure ini bukan sekadar hiburan atau hobi semata, dan ada pesan besar tentang bagaimana Kita memperkenalkan alam Kukar, merawatnya, sekaligus menghadirkan ruang pertemuan antar-komunitas dengan cara yang positif,” ujar Aji Ali.
Ia menjelaskan bahwa, Dispora Kukar sengaja membuka ruang kolaborasi dengan komunitas trail lokal, karena kegiatan seperti ini terbukti mampu menyatukan berbagai kalangan, termasuk pemuda, pelaku wisata, dan pemerhati lingkungan.
Di balik aktivitas motor dan tantangan jalur, terdapat nilai kebersamaan dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam.
“Kami ingin menegaskan bahwa olahraga petualangan juga bisa berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan, dan pesan Kami jelas: nikmati jalurnya, hormati alamnya,” tambahnya.
Aji Ali juga berharap kegiatan tahun ini dapat menjadi referensi berkelanjutan bagi gelaran serupa di masa mendatang, baik dalam konteks pariwisata, pengembangan wilayah pedesaan, maupun pemberdayaan komunitas lokal.
Ia menilai hasil dari pengalaman langsung di lapangan, dapat menjadi sumber inspirasi kebijakan pembangunan yang lebih kontekstual.
“Kita melihat sendiri kondisi wilayah, akses, potensi wisata, hingga peluang usaha masyarakat setempat, dan dari sini bisa lahir ide-ide baru yang lebih tepat sasaran,” pungkasnya.
Trail Arjuna Adventure menutup rangkaiannya dengan silaturahmi para peserta, dan pembagian apresiasi bagi peserta yang menunjukkan sportivitas serta kepedulian lingkungan selama melintasi jalur. (Adv-Dispora Kukar/INR)















