NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menetapkan penguatan minat dan bakat pemuda disabilitas, sebagai salah satu prioritas pembinaan pada tahun 2025.
Pemetaan minat dan bakat yang lebih terarah akan menjadi fondasi, agar setiap peserta mendapatkan pelatihan yang sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, yang menegaskan bahwa pendekatan komprehensif harus dilakukan sejak tahap awal pembinaan.
Menurut Aji Ali, proses pemetaan tersebut tidak hanya sebatas mengidentifikasi kemampuan dasar para pemuda disabilitas, namun juga menilai faktor eksternal seperti lingkungan, dukungan keluarga, serta kesiapan peserta untuk mengikuti pelatihan lanjutan.
Dengan pemetaan yang tepat, seluruh program dapat berjalan lebih efektif dan hasilnya mampu meningkatkan kepercayaan diri para pemuda disabilitas.
“Kami ingin memastikan setiap pemuda disabilitas mendapatkan ruang yang sesuai dengan passion dan kemampuannya. Jadi pemetaan minat dan bakat menjadi kunci agar mereka mampu berkembang secara optimal,” ujar Aji Ali.
Dispora Kukar juga akan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pelatihan, komunitas kreatif, hingga dunia usaha.
Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka lebih banyak pilihan pembinaan dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pemuda disabilitas, untuk menunjukkan potensi mereka dalam berbagai bidang, mulai dari olahraga, seni, kerajinan, hingga wirausaha berbasis digital.
“Era sekarang membuka peluang yang sangat besar bagi pemuda disabilitas untuk tumbuh dan berprestasi, dan dngan kolaborasi lintas sektor, Kami bisa menyediakan banyak alternatif pembinaan agar mereka tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga memiliki panggung untuk menampilkan karya,” terang Aji Ali.
Aji menegaskan bahwa setiap program yang dirancang Dispora Kukar harus berorientasi pada hasil jangka panjang. Oleh sebab itu, proses pemetaan bukan hanya dilakukan sekali, melainkan diperbarui secara berkala sesuai perkembangan peserta.
“Perkembangan kemampuan setiap peserta akan terus kami pantau. Ketika mereka menunjukkan kemajuan, tentu pola pembinaannya juga akan kami tingkatkan. Dengan begitu, mereka bisa benar-benar siap bersaing dan mandiri,” pungkas Aji Ali. (Adv-Dispora Kukar/INR)















