NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan inovasi dalam memperkuat tata kelola pembinaan olahraga.
Salah satu langkah strategis yang kini tengah digarap serius adalah pengembangan Sistem Satu Data Keolahragaan, sebuah basis informasi terpadu untuk mendukung kebijakan dan perencanaan di bidang olahraga daerah.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni**, menjelaskan bahwa sistem ini menjadi kunci penting dalam membangun ekosistem olahraga yang terukur dan berkelanjutan.
Melalui Satu Data Keolahragaan, seluruh informasi terkait atlet, cabang olahraga (cabor), kepengurusan, serta prestasi olahraga di tingkat kabupaten hingga Kecamatan akan dihimpun secara menyeluruh dan terintegrasi.
“Kami ingin memiliki data yang lengkap dan akurat sebagai dasar dalam menentukan arah kebijakan pembinaan olahraga di Kukar,” ujar Aji Ali Husni saat di wawancari awak media, Rabu (5/11/2025).
Ia menambahkan, saat ini tim Dispora Kukar masih melakukan pengumpulan dan verifikasi data dari berbagai sumber, termasuk KONI, sekolah, klub olahraga, dan pengurus cabor.
Targetnya, sistem tersebut bisa rampung sepenuhnya dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber data mandiri pada tahun mendatang.
Menurut Aji, kehadiran sistem Satu Data ini tidak hanya membantu Pemerintah Daerah, tetapi juga membuka akses bagi pihak swasta, perusahaan, dan stakeholder lain yang ingin berkontribusi dalam pembinaan olahraga di Kukar.
Dengan data yang tersusun rapi, arah kebijakan dan evaluasi prestasi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Dari data yang valid, kita bisa mengetahui perkembangan prestasi setiap tahun. Misalnya, jika ada penurunan medali, maka kita bisa segera melakukan evaluasi bersama cabor untuk memperbaiki pola pembinaan,” terangnya.
Lebih jauh, Aji menyebut langkah ini merupakan bagian dari upaya Dispora Kukar untuk mendorong transformasi digital di sektor olahraga.
Data yang terintegrasi nantinya akan menjadi fondasi bagi perencanaan program, penentuan anggaran, hingga identifikasi potensi atlet muda di setiap kecamatan.
“Kami ingin pembinaan olahraga di Kukar tidak lagi berbasis asumsi, tapi berbasis data dan analisis yang konkret. Dengan begitu, arah pembangunan bidang olahraga akan lebih terukur dan berkelanjutan,” tutupnya. (Adv-Dispora Kukar/INR)















