NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas dukungannya terhadap pemberdayaan pemuda disabilitas, terutama bagi mereka yang ingin meningkatkan kemandirian ekonomi.
Tahun ini, Dispora Kukar tengah menyempurnakan skema lanjutan bagi pemuda disabilitas yang mulai merintis usaha, agar mereka dapat naik kelas dan berkembang secara berkelanjutan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa pemuda disabilitas membutuhkan dukungan yang tidak hanya fokus pada aspek olahraga, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi, dan banyak pemuda disabilitas yang memiliki keterampilan dan usaha potensial, namun belum mendapatkan pendampingan yang terarah.
“Kami melihat ada peluang besar bagi pemuda disabilitas untuk berkembang sebagai pelaku usaha. Karena itu, Dispora sedang mematangkan skema lanjutan agar mereka bisa mendapatkan pendampingan secara lebih serius,” ujar Ali.
Dalam program tersebut, Dispora Kukar terlebih dahulu membina pemuda disabilitas pemula sebelum mengarahkan mereka ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang memiliki kapasitas pendampingan lanjutan.
Hal ini dilakukan, agar proses pembinaan tidak berhenti di tahap awal, tetapi berlanjut hingga pemuda tersebut benar-benar siap mengelola usahanya.
“Kami ingin memastikan pembinaan berjalan bertahap, dan jika mereka masih berada dalam batas usia pembinaan, tentu tetap menjadi tanggung jawab Dispora. Namun ketika usahanya sudah mulai berjalan, mereka akan kami arahkan ke OPD terkait seperti DiskopUKM atau Dinas Pariwisata,” jelasnya.
Aji menegaskan bahwa pemberdayaan pemuda disabilitas merupakan tanggung jawab bersama lintas instansi, dan tidak ada satu OPD pun yang bisa bekerja sendiri, karena kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pemuda disabilitas sangat beragam.
“Pembinaan ekonomi bagi pemuda disabilitas membutuhkan kolaborasi, dan Kami akan bersinergi dengan OPD lain agar pembinaan ini benar-benar menghasilkan kemandirian bagi mereka,” tambahnya.
Dispora Kukar berharap, melalui dukungan yang lebih terstruktur, pemuda disabilitas dapat terlibat secara aktif dalam pembangunan daerah, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka melalui usaha mandiri.
“Kami ingin mereka merasakan manfaat nyata dari program ini. Dengan pendampingan yang konsisten, saya percaya pemuda disabilitas di Kukar bisa tumbuh sebagai pelaku usaha yang kuat dan mandiri,” pungkas Ali. (Adv-Dispora Kukar/INR)















