NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Dalam penyelenggaraan Pelatihan Garda Pratama tahun ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara menetapkan bahwa peserta utama yang diutamakan adalah pemuda yang belum bekerja dan belum memiliki sertifikasi keamanan.
Keputusan ini diambil, sebagai bentuk keberpihakan Pemerintah Daerah terhadap lulusan sekolah yang masih mencari peluang untuk memasuki dunia kerja, dan pelatihan ini menyediakan kuota sekitar 30 peserta yang dinilai memenuhi syarat fisik dan kesehatan untuk menjalani program intensif tersebut. Jumat (14/11/2025)
Seleksi peserta dilakukan melalui mekanisme penyaringan administrasi, pemeriksaan fisik, serta verifikasi data yang dikoordinasikan antara Dispora dan KNPI.
Kriteria tersebut disusun berdasarkan kebutuhan standar tenaga keamanan yang mengutamakan kesiapan fisik, disiplin, dan ketahanan tubuh.
Dengan jumlah pendaftar yang diperkirakan akan melebihi kuota, proses seleksi dilakukan ketat agar pelatihan benar-benar diikuti oleh pemuda yang serius membangun karier di bidang keamanan.
Dispora Kukar menegaskan bahwa prioritas diberikan bukan untuk membatasi peserta, tetapi memastikan pelatihan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.
Dengan sertifikat resmi yang diterbitkan setelah pelatihan selesai, peserta diharapkan dapat meningkatkan peluang diterima bekerja di perusahaan, lembaga keamanan, maupun sektor industri yang membutuhkan personel terlatih.
“Kami memprioritaskan pemuda yang belum bekerja agar pelatihan ini menjadi pintu awal menuju karier yang lebih baik, sekaligus memberikan sertifikasi yang dapat meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja,” tutup Dery Wardhana. (Adv-Dispora Kukar/INR)















