NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Tim Tchoukball Baskara Kukar kembali menunjukkan kualitasnya di ajang Kejuaraan Hari Pahlawan 2025. Namun di balik prestasi tersebut, terselip fakta bahwa mereka berlatih dan bertanding dengan kondisi serba terbatas.
Mulai dari iuran mingguan, hingga biaya transportasi mandiri harus dilakukan karena belum adanya dukungan maksimal.
Kabid Kepemudaan dan Olahraga Dispora Kukar, Derry Wardhana, menyatakan pihaknya mencatat dengan serius kondisi tersebut.
Menurutnya, anak-anak ini telah membuktikan bahwa motivasi kuat dapat menutupi keterbatasan sarana, namun hal itu tidak dapat dibiarkan berlarut.
“Kami melihat sendiri bagaimana perjuangan mereka, dan tidak mudah untuk berlatih dengan alat terbatas, belum lagi biaya transportasi yang mereka tanggung sendiri,” ucap Derry.
Ia mengatakan bahwa Dispora Kukar akan melakukan pendataan lebih rinci mengenai kebutuhan cabang tchoukball, terutama di tingkat sekolah dan komunitas.
Menurutnya, olahraga baru seperti ini memang membutuhkan perhatian khusus di tahap awal.
“Kalau ada anak-anak yang sudah terbukti berprestasi, maka sudah menjadi kewajiban Kami untuk memfasilitasi, dan mereka sudah menunjukkan bahwa pembinaan di akar rumput bisa menghasilkan atlet berkualitas,” ujarnya.
Derry memastikan pihaknya akan membuka ruang dialog dengan PTBSI Kukar, untuk merencanakan pembinaan jangka panjang berbasis wilayah, termasuk penyediaan alat dan dukungan kegiatan.
“Kami ingin memastikan mereka tidak lagi harus berjuang sendiri,” tambahnya.
“Perjuangan Tim Baskara adalah pengingat bagi Kita, bahwa prestasi butuh dukungan. Kami di Dispora Kukar siap memperbaiki apa yang kurang, agar anak-anak hebat ini bisa tumbuh dengan lebih baik dan tidak lagi terbebani oleh keterbatasan fasilitas,” tutupnya.(Adv-Dispora Kukar/INR)















