banner 728x90

banner 728x90

Dispora Kukar Maksimalkan Pembinaan Usia Dini, Terapkan Strategi Jemput Bola ke Sekolah-sekolah.

Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Kutai Kartanegara Aji ALi Husni

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat program pembinaan atlet usia dini, melalui pendekatan langsung ke sekolah-sekolah. Senin (17/11/2025)

Strategi “jemput bola” dipilih sebagai upaya, untuk meningkatkan minat olahraga sejak dini sekaligus menemukan bibit atlet potensial di seluruh kecamatan.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa pembinaan olahraga tidak boleh hanya bergantung pada klub atau kompetisi antar sekolah. Pembinaan harus dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan menyasar anak-anak sejak tingkat SD hingga SMA.

“Pembinaan harus dilakukan dari bawah. Karena itu kami menggandeng pengurus cabang olahraga untuk turun langsung ke sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA,” ungkapnya.

Program ini juga didukung oleh pelatih berlisensi, pengurus cabang olahraga, serta tenaga pendamping yang memiliki kompetensi khusus dalam pembinaan atlet muda.

Melalui kegiatan pengenalan olahraga, coaching clinic, seleksi bakat, hingga distribusi sarana dasar, Dispora berharap potensi anak-anak dapat teridentifikasi lebih cepat.

Menurut Aji, usia SD dan SMP menjadi prioritas karena pada masa tersebut, perkembangan fisik dan mental anak berada pada fase emas.

Pembinaan sejak usia dini dinilai mampu memberikan fondasi keterampilan yang kuat, bagi calon atlet masa depan.

“Usia SD dan SMP kami jadikan prioritas. Di masa itu fisik dan keterampilan siswa sedang berkembang pesat, jadi sangat tepat untuk menanamkan dasar-dasar olahraga,” jelasnya.

Dispora Kukar juga berkoordinasi dengan sekolah, agar kegiatan olahraga tidak hanya menjadi rutinitas kurikulum, tetapi juga bagian dari proses pembinaan karakter, disiplin, dan kepercayaan diri.

Aji menegaskan bahwa pembinaan usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi daerah, dan dengan sistem yang baik, Kukar dapat memastikan regenerasi atlet berjalan optimal dan tidak bergantung pada satu angkatan tertentu.

“Kalau pembinaan dari usia dini berjalan konsisten, Kita tidak akan kesulitan mencari generasi penerus. Kita tidak boleh hanya menunggu atlet berbakat muncul, tapi harus menciptakannya melalui proses,” tutur Aji.

Melalui strategi jemput bola ini, Dispora Kukar berharap semakin banyak siswa tertarik pada olahraga dan memiliki kesempatan yang sama untuk dibina menjadi atlet profesional.

“Kami ingin memastikan tidak ada potensi yang terlewat. Pembinaan usia dini adalah kunci masa depan olahraga Kukar,” tutupnya. (Adv-Dispora Kukar/INR)

banner 728x90