NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat komitmennya dalam membudayakan olahraga di tengah masyarakat.
Tak hanya fokus pada pengembangan olahraga prestasi, Dispora Kukar juga menaruh perhatian besar pada Pelestarian Olahraga Tradisional dan Pembinaan Kegiatan Olahraga Rekreasi Berbasis Komunitas, sebagai langkah nyata membangun masyarakat yang sehat, aktif, dan solid.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menjelaskan bahwa olahraga tradisional memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Selain menjadi warisan leluhur, olahraga tradisional juga mengandung semangat kebersamaan dan sportivitas yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
“Olahraga tradisional bukan sekadar permainan tempo dulu. Di dalamnya ada nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan karakter positif yang penting untuk terus dijaga dan dikembangkan,” ujar Ari, saat di wawancarai media ini, Senin (15/9/2025) pagi tadi.
Dispora Kukar berupaya memperkenalkan kembali berbagai cabang olahraga tradisional melalui kegiatan festival, lomba, dan pelatihan di berbagai kecamatan.
Kegiatan ini juga, melibatkan lembaga seperti KORMI Kukar dan komunitas masyarakat untuk memperluas partisipasi dan memastikan keberlanjutan pelestariannya.
Selain menghidupkan kembali olahraga tradisional, Dispora Kukar juga mendorong partisipasi masyarakat melalui Olahraga Rekreasi Berbasis Komunitas.
Kegiatan seperti Senam Massal, Jalan Santai, hingga Memancing bersama menjadi sarana efektif dalam mempererat hubungan sosial antar kelompok masyarakat.
“Kegiatan olahraga rekreasi menjadi ruang sosial yang mempertemukan berbagai kalangan, dan di situ masyarakat tidak hanya berolahraga, tapi juga membangun solidaritas,” ungkap Ari.
Menurutnya, olahraga rekreasi dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat sekaligus memperkuat hubungan sosial di masyarakat.
Dispora Kukar secara rutin memfasilitasi kegiatan semacam ini, baik di tingkat kecamatan maupun desa, dengan dukungan lintas lembaga dan komunitas olahraga.
Ari menambahkan, program pembudayaan olahraga yang dilakukan Dispora Kukar dirancang tidak hanya untuk membentuk masyarakat yang sehat secara fisik, tetapi juga untuk membangun karakter sosial yang kuat.
Dengan partisipasi aktif masyarakat, olahraga diharapkan dapat menjadi budaya baru di Kukar, sebuah gerakan sosial yang menyehatkan, menyenangkan, dan menyatukan.
“Kami ingin olahraga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tuturnya.
“Melalui olahraga tradisional dan rekreasi, kita bisa menjaga kesehatan, mempererat kebersamaan, dan melestarikan budaya lokal,” pungkas Ari. (Adv-Dispora Kukar/INR)















