NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Di tengah derasnya arus modernisasi dan menjamurnya olahraga prestasi berbasis teknologi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) justru menegaskan komitmennya untuk menjaga denyut olahraga tradisional dan rekreasi rakyat, agar tidak tenggelam oleh zaman.
Melalui pendekatan pembinaan yang menyentuh semua lapisan masyarakat, Dispora Kukar berupaya menghidupkan kembali permainan dan aktivitas olahraga yang berakar dari budaya lokal, mulai dari gasing, asen naga, behempas bantal, belogo, engkrang, hingga nyumpit sebagai simbol identitas daerah dan perekat sosial masyarakat.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menjelaskan bahwa keberagaman olahraga di Kukar mencerminkan kekayaan budaya serta semangat masyarakatnya yang tinggi, terhadap aktivitas fisik dan kebersamaan.
“Olahraga di Kukar sangat beragam, mulai dari tradisional hingga olahraga tantangan, dan Kami akan terus mendukung pengembangannya, baik dari sisi pembinaan, penyediaan fasilitas, maupun pendampingan komunitas,” ujarnya, saat di wawancarai melalui telepon selulernya, Jumat (3/10/2025) siang.
Menurutnya, olahraga tradisional bukan hanya tentang permainan masa lalu, tetapi juga sarana membangun karakter dan memperkuat jati diri masyarakat Kukar.
Melalui Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), Dispora Kukar menggandeng berbagai komunitas lokal, untuk menjaga keberlangsungan permainan rakyat agar tetap hidup di tengah generasi muda.
Selain olahraga tradisional, Kukar juga dikenal dengan olahraga rekreasi dan tantangan yang menumbuhkan semangat petualangan dan kebersamaan, seperti memancing, jalan santai, senam jantung sehat, hingga olahraga ekstrem seperti trail, off-road, bejaguran, airsoft gun, dan CES.
“Kami ingin semua jenis olahraga bisa berkembang secara seimbang. Baik yang bersifat rekreasi, tantangan, maupun petualangan, semuanya punya nilai positif dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan,” tambah Ari.
Untuk kalangan pecinta alam, Dispora Kukar juga mendorong aktivitas seperti pendakian gunung, panjat tebing, terjun payung, susur gua, hingga menyelam.
Aktivitas tersebut, tak hanya menjadi sarana penyaluran hobi, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat yang dekat dengan alam.
Dispora Kukar juga memberi perhatian serius terhadap pembinaan olahraga usia dini, agar minat dan potensi anak-anak terhadap dunia olahraga dapat terarah sejak awal.
Melalui program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD), pelajar berbakat diarahkan untuk mendapat pembinaan yang lebih intensif.
“Jika ada pelajar yang memiliki bakat, Kami arahkan ke jalur pembinaan resmi agar potensi mereka tidak berhenti di tingkat sekolah saja,” jelasnya.
Aji Ari juga menegaskan bahwa dalam sistem pembinaan olahraga di Kukar terdapat dua organisasi utama yang menjadi mitra strategis Dispora, yakni KONI untuk olahraga prestasi dan KORMI untuk olahraga tradisional serta rekreasi.
Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan keseimbangan, antara olahraga kompetitif dan olahraga berbasis kebugaran masyarakat.
“Dengan dukungan semua pihak, dan Kami ingin olahraga di Kukar bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi juga tentang bagaimana olahraga bisa menjadi perekat sosial, sarana edukasi, dan wadah pelestarian budaya daerah,” pungkasnya.















