NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Upaya mencetak generasi muda yang tangguh dan berdaya saing terus dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Salah satu langkah konkret yang kini menjadi contoh keberhasilan pembinaan kepemudaan di daerah adalah lahirnya Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM), program yang sejak awal berdirinya pada tahun 2022 telah berhasil membina lebih dari 2.000 pelaku usaha muda di berbagai Kecamatan.
Klinik WPM bukan sekadar wadah pelatihan, tetapi menjadi ruang pembelajaran, pendampingan, sekaligus inkubasi ide-ide kreatif para pemuda Kukar untuk berkembang menjadi wirausaha yang mandiri dan profesional.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, menjelaskan bahwa Klinik WPM lahir dari kebutuhan nyata untuk menghadirkan sistem pembinaan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berbasis pendampingan lapangan.
“Awalnya banyak pemuda ingin berwirausaha, tapi bingung harus mulai dari mana, dan dari situ muncul ide untuk membentuk Klinik WPM, tempat mereka belajar, dibimbing, dan diuji kemampuannya sebelum mendapatkan dukungan pemerintah,” tutur Dery, Kamis (4/9/2025).
Menurut Dery, Dispora Kukar menerapkan sistem pembinaan berjenjang, dan setiap peserta diwajibkan terlebih dahulu mengikuti pelatihan dasar kewirausahaan di Klinik WPM.
Setelah itu, mereka menjalani proses pemantauan dan pendampingan selama satu hingga dua tahun, untuk memastikan usaha yang dijalankan berkembang secara nyata.
“Setiap tahapan Kami rancang, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, dan Kami ingin memastikan para pemuda ini tidak hanya siap menerima fasilitas, tetapi juga matang secara mental dan administratif,” jelasnya.
Melalui pola pembinaan tersebut, ribuan wirausaha muda kini telah tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri.
Sebagian bahkan telah berhasil memperluas pasar mereka, baik secara lokal maupun melalui kerja sama antarkecamatan.
“Yang membanggakan, banyak dari mereka kini saling berkolaborasi, dan Kami menyebut mereka mitra, bukan binaan, karena semangat kami adalah tumbuh bersama,” ujar Dery.
Dispora Kukar juga aktif menampung berbagai aspirasi dari para mitra wirausaha muda tersebut, terutama dalam hal pengadaan alat penunjang usaha, yang sebagian besar direalisasikan melalui anggaran perubahan daerah.
Lebih dari sekadar program pembinaan, keberadaan Klinik WPM kini menjadi simbol keberhasilan Dispora Kukar dalam memperluas peran kepemudaan di luar sektor olahraga.
Program ini membuktikan bahwa, pemberdayaan pemuda dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
“Klinik WPM menjadi bukti bahwa semangat kepemudaan bisa diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi, dan Kita tidak hanya membina atlet dan pelajar, tetapi juga mencetak pengusaha muda yang mandiri dan berkarakter,” tutup Dery. (Adv-Dispora Kukar/INR)















