NAWALAPOST.COM, TENGGARONG SEBERANG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar kembali menyelenggarakan ajang olahraga rekreasi masyarakat Blusukan Alam Kukar (Blukar) Seven.
Kegiatan yang telah memasuki tahun ketujuh ini dipusatkan di Lapangan L2 Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Sabtu (12/7/2025) pagi.
Blukar Seven menjadi wadah berkumpulnya komunitas pecinta olahraga motor trail dari berbagai daerah.
Tahun ini, 610 rider berpartisipasi dan dilepas langsung oleh Pembina Komunitas Trail se-Kukar Edi Damansyah, didampingi Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni dan Wakil Ketua III DPRD Kukar Aini Farida.
Para rider menempuh rute sepanjang 60 kilometer yang memadukan jalur fun adventure 80 persen dan rintangan teknis 20 persen.
Konsep ini dirancang untuk memberi pengalaman menyenangkan bagi pengguna motor trail pemula hingga menengah, sekaligus tetap menyediakan tantangan bagi rider berpengalaman.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan Blukar Seven menunjukkan semakin berkembangnya komunitas trail di Kukar dan Kalimantan Timur.
“Kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan Pemkab Kukar untuk memfasilitasi komunitas pecinta trail,” ucapnya.
“Dan para peserta datang dari Paser, PPU, Kutai Timur, Bontang, Samarinda, Balikpapan, serta Kukar sendiri, bahkan ada rider dari Sulawesi yang ikut secara pribadi,” ujar Aji Ali.
Ia menambahkan, gelaran berikutnya direncanakan akan mengusung tema Kembang Janggut, sebagai respon atas pertumbuhan pesat komunitas trail di wilayah tersebut.
Selain jelajah alam, kegiatan ini juga dirangkai dengansenam zumba untuk masyarakat, khususnya ibu-ibu, serta pembagian doorprize.
“Blukar bukan hanya soal adrenalin, tapi juga ruang rekreasi keluarga. Bapak trabas, ibu senam zumba, semua terlibat dan bahagia,**” sambungnya.
Sementara itu, Pembina Komunitas Trail se-Kukar Edi Damansyah menyampaikan apresiasinya atas kelancaran penyelenggaraan Blukar Seven.
“Blukar lahir dari inisiatif komunitas dan terus berkembang hingga menjadi agenda resmi daerah, dan ini sejalan dengan program olahraga rakyat yang selama ini didorong Pemerintah Daerah. Kami ingin masyarakat aktif bergerak dan menikmati keindahan alam di sekitar mereka,**” jelas Edi.
Ia menekankan bahwa kegiatan seperti Blukar tidak hanya meningkatkan kebugaran, tetapi juga memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap daerah.
Menutup kegiatan, Aji Ali menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung ruang ekspresi bagi komunitas olahraga.
“Kami ingin komunitas tetap hidup, tumbuh, dan memiliki wadah yang positif, dan Blukar bukan sekadar event, tetapi bukti bahwa olahraga mampu menyatukan masyarakat, membuka potensi wisata alam, dan menghidupkan ekonomi lokal,” tuturnya.
“InsyaAllah dukungan Pemerintah tidak berhenti di sini, akan terus kita perkuat di tahun-tahun mendatang,” tutupnya. (Adv-Dispora Kukar/INR)















