Sumber Berita yang Akurat & Tepat
banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Distanak Kukar Kembangkan Ayam Petelur di Lima Kecamatan, Bidik Pasokan Telur Lokal

NAWALAPOST.COM, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan sektor peternakan melalui program budidaya ayam petelur. Program ini disiapkan di lima kecamatan sebagai upaya memperkuat produksi telur lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Moh. Rifani, mengatakan pengembangan ayam petelur menjadi salah satu program yang tetap dilanjutkan. Selain peternakan, Distanak juga memprioritaskan pembangunan dan pengembangan irigasi serta jalan usaha tani untuk mendukung produktivitas sektor pertanian.

“Kita tetap melanjutkan program pengembangan ayam petelur, pembangunan dan pengembangan irigasi, jalan usaha tani, serta program lainnya yang mendukung sektor pertanian dan peternakan,” ujar Rifani baru-baru ini, Rabu (28/10/2026).

Ia menjelaskan, pengembangan ayam petelur direncanakan menjangkau Kecamatan Kota Bangun, Muara Muntai, Kota Bangun Darat, Loa Janan, dan Loa Kulu. Penetapan lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengembangan peternakan di sejumlah wilayah Kukar.

Sementara itu, jumlah ayam yang akan dikembangkan masih dalam tahap perhitungan. Distanak juga menyesuaikan skema pengadaan dengan memilih ayam pullet atau ayam betina muda yang mendekati masa produksi, bukan anak ayam yang baru menetas atau *day-old chick* (DOC).

“Saat ini kami masih melakukan perhitungan. Ayam yang dipilih bukan DOC, melainkan ayam pullet yang sudah mendekati masa bertelur,” jelasnya.

Menurut Rifani, pemilihan ayam pullet diharapkan dapat mempercepat dimulainya produksi telur. Meski tidak langsung bertelur ketika didatangkan, ayam tersebut ditargetkan mulai menghasilkan telur dalam beberapa bulan, bergantung pada kondisi dan perkembangan ternak.

Jika menggunakan DOC, waktu yang dibutuhkan hingga memasuki masa produksi bisa lebih panjang. Karena itu, pemilihan ayam pullet menjadi salah satu penyesuaian dalam perencanaan program agar produksi telur dapat dimulai lebih cepat.

Rifani menegaskan, pertimbangan utama pengembangan ayam petelur adalah kebutuhan pasar. Selama ini, pasokan telur di Kukar masih banyak berasal dari luar daerah. Produksi lokal diharapkan dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pertimbangannya adalah pasar. Selama ini pasokan telur dari luar daerah cukup banyak. Dengan mengembangkan produksi telur secara lokal, kita memiliki keunggulan karena telur yang dihasilkan bisa lebih segar,” pungkasnya.

Melalui program tersebut, Distanak Kukar berharap produksi telur lokal dapat semakin berkembang dan memperkuat ketersediaan pangan di daerah. Pengembangan peternakan juga diharapkan berjalan beriringan dengan pembangunan irigasi dan jalan usaha tani sehingga sektor pertanian dan peternakan dapat tumbuh secara berkelanjutan.(adv/diskominfokukar/don)

banner 728x90