NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Di tengah pembatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi belanja negara, Dispora Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan bahwa aktivitas pembinaan atlet tetap berlangsung. Jum’at(17/10/2025)
Meski jumlah atlet yang dikirim mengikuti kejuaraan berkurang, komitmen Dispora untuk menjaga asa prestasi tetap tidak berubah.
Sekretaris Dispora Kukar, Syafliansyah, mengatakan bahwa pembinaan atlet tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan anggaran.
Oleh sebab itu, pihaknya tetap mencari skema agar atlet tetap dapat mengikuti event penting sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov Kaltim 2026.
“Kalau dulu kita bisa kirim 20 atlet, sekarang mungkin hanya lima atau tujuh. Tapi yang penting adalah tetap ada yang berangkat. Kami tidak pernah diam meski ada hambatan anggaran,” ujarnya.
Menurutnya, meski dalam skala terbatas, keikutsertaan atlet pada kompetisi di luar daerah tetap memiliki nilai strategis. Atlet yang dikirim dipilih berdasarkan prioritas kebutuhan, kesiapan teknik, dan peluang kontribusi prestasi pada kejuaraan mendatang.
“Kami fokus pada atlet yang memang perlu turun arena untuk menjaga performanya. Walau jumlahnya berkurang, kualitasnya harus tetap terjaga,” tambahnya.
Syafliansyah juga menyampaikan bahwa beberapa cabang olahraga berinisiatif melakukan try out mandiri atau bekerja sama dengan daerah terdekat.
Langkah tersebut, dinilai efektif menjaga ritme kompetisi tanpa membebani anggaran pemerintah daerah.
Dispora Kukar sendiri terus memantau perkembangan kebijakan pusat tentang efisiensi anggaran. Ia berharap adanya relaksasi aturan, terutama untuk sektor olahraga prestasi yang sangat membutuhkan pembiayaan perjalanan.
“Terdengar kabar ada peninjauan ulang terhadap efisiensi ini. Jika benar, tentu sangat membantu proses pembinaan atlet kita,” ungkapnya.
“Prinsipnya, kondisi boleh sulit tapi pembinaan tidak boleh berhenti. Dispora akan terus bergerak demi menjaga prestasi olahraga Kukar,” tegas Syafliansyah. (Adv-Dispora Kukar/INR)















