banner 728x90

banner 728x90

Efisiensi Anggaran Inpres 1/2025 Ganggu Pembinaan Atlet Kukar, Dispora: “Kami Tetap Berkomitmen”.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Syafliansyah

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 mulai dirasakan langsung dampaknya oleh sektor olahraga di Kutai Kartanegara (Kukar). Kamis(13/10/2025)

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Syafliansyah, menegaskan bahwa pemangkasan anggaran, terutama pada pos perjalanan dinas, telah membuat sejumlah program pembinaan atlet berjalan tidak optimal.

Menurutnya, pembinaan atlet tidak hanya bergantung pada latihan rutin yang dilakukan di daerah, tetapi juga membutuhkan pengiriman atlet ke berbagai event untuk mengukur progres dan capaian prestasi.

Namun, kebijakan efisiensi telah menghambat mobilitas tersebut, sehingga banyak agenda pembinaan yang terpaksa ditunda atau disesuaikan.

“Efisiensi ini memang sudah diarahkan pemerintah pusat dan harus dijalankan. Tapi dampaknya sangat terasa bagi dunia olahraga, karena banyak program pembinaan yang bergantung pada mobilitas atlet. Ketika anggaran perjalanan dikurangi, otomatis banyak kegiatan yang tertunda,” terang Syafliansyah.

Ia menyebut, dalam kondisi normal, Dispora Kukar dapat mengirim banyak atlet untuk mengikuti try out maupun kejuaraan di tingkat provinsi hingga nasional.

Namun, setelah efisiensi diberlakukan, pengiriman tersebut harus dipangkas drastis agar sesuai kemampuan anggaran.

Kondisi ini, lanjutnya, tentu bukan hal ideal karena pembinaan atlet membutuhkan kesinambungan. Tanpa mengikuti kompetisi, kemampuan atlet sulit diukur secara objektif.

Meski demikian, ia menegaskan Dispora tetap berupaya menjalankan pembinaan dengan strategi penyesuaian agar atlet tetap aktif berlatih dan memiliki progres.

“Walau ada hambatan, Kami tidak tinggal diam, dan Kami tetap upayakan pembinaan berjalan, hanya saja skalanya harus menyesuaikan kondisi anggaran,” ujarnya.

Syafliansyah berharap, ke depan Pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan efisiensi, agar pembinaan atlet tidak terganggu dan prestasi olahraga Kukar bisa tetap terjaga. (Adv-Dispora Kukar/INR)

banner 728x90