NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Ragam olahraga tradisional kembali menjadi magnet utama dalam rangkaian Festival Erau 2025. Tahun ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan empat nomor lomba yang akan digelar selama 22–25 September 2025 di Halaman Jembatan Repo-Repo Tenggarong. Rabu(24/9/2025)
Empat olahraga tersebut meliputi Gasing, Logo, Ketapel, dan Sumpit, yang seluruhnya merupakan permainan berbasis kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kutai Kartanegara.
Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni menjelaskan, penyelenggaraan olahraga tradisional menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Daerah dalam merawat warisan budaya sekaligus menghadirkan ruang publik yang edukatif bagi masyarakat.
“Erau bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga momentum memperkenalkan kembali olahraga tradisional kepada masyarakat luas, terutama generasi muda. Karena itu, Kami memilih cabang lomba yang benar-benar mencerminkan nilai-nilai lokal,” ujarnya.
Aji Ali menuturkan, dipusatkannya kegiatan di Halaman Jembatan Repo-Repo merupakan strategi agar lebih banyak masyarakat terlibat, baik sebagai peserta maupun penonton.
Lokasi tersebut dinilai representatif, mudah diakses, dan mampu menarik wisatawan yang datang selama perhelatan Erau.
“Dengan menempatkan kegiatan di area publik yang ramai, Kami ingin olahraga tradisional tetap mendapat perhatian dan tidak tergerus perkembangan zaman,” katanya.
Menurutnya, olahraga seperti Gasing dan Logo tidak hanya mengandalkan keterampilan, tetapi juga mengajarkan ketekunan dan ketelitian.
Sementara Ketapel dan Sumpit memiliki nilai historis, karena erat dengan tradisi berburu masyarakat Nusantara.
Aji Ali juga menegaskan bahwa Dispora Kukar terus mendorong pelestarian olahraga tradisional dengan format pembinaan yang melibatkan komunitas, sekolah, hingga kelompok seni budaya.
Ia berharap, para peserta tidak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadikan lomba ini sebagai ajang silaturahmi antardaerah.
“Yang terpenting bukan hanya menang, tetapi bagaimana kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan dan wadah belajar. Kita ingin olahraga tradisional tetap hidup, berkembang, dan dicintai oleh generasi masa kini,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat Kukar dan wisatawan, untuk hadir memeriahkan rangkaian lomba yang berlangsung selama empat hari tersebut.
“Kami mengundang seluruh warga untuk datang menyaksikan keseruannya. Mari dukung pelestarian olahraga tradisional agar tetap menjadi kebanggaan daerah,” tutupnya. (Adv-Dispora Kukar/INR)















