NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Pada Kejuaraan Hari Pahlawan 2025, terjadi perubahan teknis yang cukup signifikan. Salah satu kategori pertandingan, yakni tingkat SMA, tidak jadi dipertandingkan dan dialihkan ke format Tchoukball Pantai.
Hal ini, menjadi momentum baru bagi dunia tchoukball di Indonesia karena untuk pertama kalinya cabang tersebut akan dipertandingkan di area pantai.
Kabid Kepemudaan dan Olahraga Dispora Kukar, Derry Wardhana, menyebut perubahan tersebut sebagai langkah inovatif.
Menurutnya, pengembangan variasi cabang olahraga sangat penting untuk menarik minat generasi muda.
“Tchoukball Pantai adalah hal baru dan tentu menjadi tantangan bagi Kita. Tapi justru dari inovasi seperti ini olahraga bisa berkembang lebih cepat,” tegasnya.
Meski membuat sebagian tim tidak bisa turun bertanding, Derry memahami alasan teknis dari PTBSI, dan menilai perubahan tersebut memberikan ruang persiapan lebih matang bagi kelompok usia SMA, serta membuka peluang bagi daerah memiliki cabang baru yang lebih menarik secara visual dan rekreatif.
“Olahraga pantai selalu punya daya tarik, dan jika tchoukball pantai mulai dikembangkan, Kukar tentu harus siap menjadi bagian dari proses itu,” ujarnya.
Dispora Kukar disebut tengah mempertimbangkan kemungkinan menjadikan olahraga pantai sebagai bagian dari pembinaan prestasi, apalagi Kukar memiliki beberapa kawasan wisata air yang bisa disiapkan.
“Kami melihat peluang ini. Jika Tchoukball Pantai benar-benar berjalan, bukan tidak mungkin Kukar akan menggelar event serupa ke depan,” sambungnya.
“Perubahan kategori ini bukan hambatan, tetapi peluang, dan Kami siap mendukung perkembangan tchoukball dalam bentuk apa pun, termasuk olahraga pantai. Yang terpenting, anak-anak kita bisa terus berkembang dan mendapatkan pengalaman terbaik dalam perjalanan olahraga mereka.”(ADV_DisporaKukar.INR)















