NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menetapkan pengembangan olahraga tradisional, yang terintegrasi dengan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam program kerja tahun 2026.
Langkah ini dinilai penting, sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan bahwa olahraga tradisional memiliki potensi besar untuk dikembangkan, tidak hanya sebagai sarana pelestarian budaya, tetapi juga sebagai atraksi wisata yang mampu menarik minat masyarakat dan wisatawan.
Oleh karena itu, Dispora merancang konsep kegiatan yang lebih terarah dan terpusat.
“Untuk olahraga tradisional, event-nya insyaallah kita prioritaskan di Pulau Kumala, dan ini sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap Pulau Kumala sebagai destinasi wisata unggulan di Kukar,” jelasnya, Rabu (3/9/2025).
Pulau Kumala dipilih sebagai pusat kegiatan, karena memiliki infrastruktur pendukung dan kapasitas ruang yang dinilai ideal, untuk pelaksanaan berbagai event budaya dan olahraga tradisional.
Penyelenggaraan event di lokasi wisata tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata, sekaligus memperkuat citra Kukar sebagai daerah yang kaya nilai budaya.
Selain penyelenggaraan event, Dispora juga menaruh perhatian pada penguatan industri olahraga lokal, yang menjadi bagian dari program turunan pada isu ini.
Dukungan diberikan kepada komunitas dan pelaku usaha yang bergerak dalam produksi peralatan olahraga tradisional, jasa pelatihan, serta kegiatan ekonomi kreatif berbasis budaya dan olahraga.
“Industri olahraga lokal memiliki potensi ekonomi yang tidak kalah besar, dan ketika olahraga tradisional berkembang, maka pelaku usaha di sektor ini juga ikut tumbuh,” tambah Aji.
Dispora Kukar menilai bahwa integrasi antara olahraga tradisional dan pariwisata dapat menciptakan rantai ekonomi baru yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki potensi budaya kuat.
Aji menekankan bahwa pengembangan olahraga tradisional bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Kami ingin olahraga tradisional tidak hanya hidup sebagai warisan budaya, tetapi juga memberi nilai tambah bagi pariwisata dan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
“Harapannya, Kukar bisa menjadi contoh bagaimana budaya dan olahraga dapat berkembang bersama,” tutupnya. (Adv-Dispora Kukar/INR)















