NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menjaga denyut budaya lokal lewat pelestarian olahraga tradisional.
Bagi Dispora Kukar, olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga wadah untuk memperkuat jati diri dan kebersamaan masyarakat.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menjelaskan bahwa berbagai permainan rakyat seperti gasing, asen naga, behempas bantal, belogo, engkrang, dan nyumpit merupakan warisan leluhur yang kaya akan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, serta ketangkasan fisik.
“Olahraga tradisional bukan sekadar permainan, tetapi cermin karakter dan filosofi masyarakat Kutai yang menjunjung tinggi persaudaraan dan semangat gotong royong,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Menurut Ari, Dispora Kukar bekerja sama dengan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) serta komunitas di berbagai Kecamatan untuk menjaga keberlangsungan olahraga tradisional ini.
Ke depan, kegiatan tersebut, akan dikemas lebih menarik melalui festival olahraga tradisional yang menjadi agenda tahunan setiap Hari Olahraga Nasional dan Hari Jadi Kutai Kartanegara.
Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal budaya daerahnya.
“Kami ingin anak-anak kita tidak hanya mengenal permainan modern di layar gawai, tetapi juga merasakan keseruan dan nilai kebersamaan dari permainan rakyat, dan inilah cara kami menjaga warisan dan semangat leluhur agar tetap hidup di masa kini,” tutup Ari. (Adv-Dispora Kukar/INR)















