NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dalam memperluas dan menghidupkan kembali kegiatan kepramukaan di seluruh wilayah terus berjalan.
Namun, langkah tersebut dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan jumlah pembina dan pelatih di tingkat Kecamatan.
Kepala Bidang Kepramukaan Dispora Kukar, Nopan Solihin, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan agar setiap sekolah di Kukar memiliki kegiatan kepramukaan yang aktif dan berkelanjutan.
Hal ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai karakter, disiplin, dan kepemimpinan bagi generasi muda.
“Kita ingin memperluas kegiatan kepramukaan di Kutai Kartanegara. Setiap sekolah harus memiliki kegiatan Pramuka yang aktif dan berjalan rutin,” ujar Nopan saat ditemui, Selasa (19/8/2025).
Namun demikian, Nopan tidak menampik bahwa masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait keterbatasan pembina dan pelatih kepramukaan di setiap gugus depan di beberapa Kecamatan.
“Pembina dan pelatih adalah faktor kunci dalam keberlangsungan kegiatan kepramukaan. Tapi Kami masih memiliki keterbatasan tenaga untuk setiap gugus depan,” jelasnya.
Menurutnya, setiap sekolah sebenarnya telah memiliki Gugus Depan (Gudep) masing-masing, namun tidak semuanya aktif melaksanakan kegiatan secara rutin.
Beberapa bahkan belum memiliki pembina bersertifikat, atau tenaga pelatih yang memadai untuk membimbing peserta didik.
“Jadi, ujung tombak keaktifan kegiatan Pramuka itu terletak di gugus depan sekolah, dan kalau gudep-nya aktif, maka kegiatan Pramuka di daerah juga akan berkembang,” tambah Nopan.
Dispora Kukar sendiri telah menyusun langkah strategis untuk mengatasi tantangan tersebut, di antaranya melalui pendataan dan pembinaan ulang terhadap gudep-gudep yang belum aktif, serta mendorong pelaksanaan pelatihan bagi calon pembina dan pelatih agar memenuhi kualifikasi resmi.
Selain itu, pihaknya juga menjalin koordinasi dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kukar, dan Kwartir Ranting (Kwaran) di tiap Kecamatan guna memperkuat peran pembina di tingkat sekolah.
“Kami ingin membangun sistem pembinaan yang berkesinambungan dari tingkat kabupaten hingga ke gugus depan. Kalau pembinanya kuat, Pramukanya pasti hidup,” tegas Nopan.
Ia menilai, revitalisasi kegiatan kepramukaan di sekolah memiliki arti penting dalam membentuk karakter generasi muda Kukar agar lebih disiplin, tangguh, dan berjiwa sosial.
“Melalui Pramuka, kita ingin melatih anak-anak menjadi pribadi yang mandiri, peduli, dan siap berkontribusi untuk masyarakat,” ujarnya.
Dispora Kukar berharap dengan pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak, kegiatan kepramukaan di seluruh wilayah Kutai Kartanegara dapat kembali aktif, menarik, dan relevan dengan tantangan zaman.
“Kami optimistis, dengan kerja sama semua pihak, kepramukaan di Kukar akan semakin berkembang dan menjadi wadah pembentukan karakter yang nyata bagi generasi muda,” pungkas Nopan. (Adv-Dispora Kukar/INR)















