banner 728x90

banner 728x90

Pramuka Kukar Menyapa Era Digital: Dari Semangat Lapangan ke Ruang Siber.

NAWALAPOST.COM, TENGGARONG — Di antara semangat barisan berseragam cokelat yang selama ini lekat dengan kegiatan lapangan, Gerakan Pramuka Kutai Kartanegara (Kukar) kini melangkah ke wilayah baru: dunia digital.

Langkah itu diwujudkan melalui penerapan aplikasi “Ayo Pramuka”, sistem daring terpadu yang digagas oleh Kwartir Nasional (Kwarnas), untuk mendigitalisasi seluruh aktivitas dan pendataan organisasi kepanduan di Indonesia.

Transformasi ini bukan sekadar soal teknologi, melainkan cara baru Pramuka beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan nilai dasarnya: satya, darma, dan pengabdian.

“Kita ingin Pramuka Kukar tidak tertinggal dalam perubahan, dengan melalui aplikasi ini, tata kelola organisasi bisa lebih efisien, dan semangat kebersamaan tetap terjaga,” ujar Nopan Solihin, Kepala Bidang Kepramukaan Dispora Kukar, belum lama ini.

Selama bertahun-tahun, pendataan kepramukaan di Kukar masih dilakukan secara manual, lewat formulir dan arsip fisik yang menumpuk di ruang sekretariat kwartir ranting. Kini, semua itu akan beralih ke layar ponsel dan sistem real time berbasis data nasional.

Melalui Ayo Pramuka, seluruh informasi keanggotaan, kegiatan, dan laporan dapat diakses dengan mudah.

Aplikasi ini juga menyediakan fitur pemantauan keaktifan, kalender kegiatan, serta sistem pelaporan digital yang seragam dari tingkat ranting hingga pusat.

“Selama ini butuh waktu lama untuk merekap data anggota, dan dengan sistem digital, semua lebih cepat, rapi, dan bisa diakses kapan saja,” tutur Nopan.

Sosialisasi di Tenggarong menjadi titik awal penerapan sistem digital ini, dan sebanyak 60 peserta dari 20 Kecamatan hadir, mewakili kwartir ranting masing-masing.

Mereka mengikuti pelatihan teknis yang dipandu oleh dua narasumber dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwarnas, yaitu Darul Maarif dan Alan Aulia.

Para peserta tak hanya diajarkan cara menginput data, tetapi juga bagaimana memanfaatkan aplikasi sebagai sarana komunikasi dan koordinasi antar Kwartir.

Kwartir Cabang Kukar termasuk daerah yang proaktif dalam mendukung program nasional ini, dan sebelumnya, tiga admin dari Kwarcab Tenggarong, telah mengikuti pelatihan di tingkat provinsi.

Kini, pengalaman itu dibagikan kepada kwartir ranting agar seluruh jaringan Pramuka Kukar bisa bergerak serempak.

Bagi Nopan, langkah ini merupakan bentuk kesiapan Pramuka Kukar menghadapi arus perubahan zaman.

Digitalisasi, katanya, bukan berarti meninggalkan identitas, tetapi memperkuat organisasi agar lebih adaptif.

“Nilai-nilai kepramukaan tetap menjadi dasar, dan bedanya, sekarang kita berorganisasi dengan cara yang lebih maju,” tegasnya.

Aplikasi Ayo Pramuka, kini dapat diunduh melalui Play Store dan App Store.

Lewat aplikasi itu, anggota bisa mendaftar, memperbarui data, memantau kegiatan, hingga berinteraksi dengan sesama anggota dari berbagai daerah di Indonesia.

Langkah ini sekaligus memperluas makna Dasa Dharma Pramuka, bukan lagi hanya di lapangan, tapi juga di ruang digital tempat para generasi muda kini hidup dan berinteraksi.

“Pramuka bukan sekadar baris-berbaris atau kemah. Ia adalah gerakan yang tumbuh bersama zaman. Dengan teknologi, semangatnya justru bisa menjangkau lebih banyak anak muda,” tutup Nopan. (Adv-Dispora Kukar/INR)

banner 728x90