NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus memperluas inisiatif penguatan ekonomi generasi muda.
Salah satu langkah strategis yang tengah dirancang adalah program kewirausahaan kopi yang menyasar pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya di bidang keahlian perkopian.
Rencana ini akan difokuskan di SMKN 2 Sebulu, sekolah yang telah memiliki jurusan terkait.
Sekitar 50 siswa yang dijadwalkan lulus dalam dua tahun ke depan diproyeksikan menjadi pelaku usaha kopi yang mandiri, dengan bekal keterampilan dan pendampingan yang terstruktur.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Derry Wardhana, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang menyusun desain program agar implementasinya bisa berjalan maksimal pada 2026.
“Kami ingin program ini benar-benar menyentuh kebutuhan riil peserta didik. Saat ini masih dalam tahap perencanaan, dan tahun depan mulai kami jalankan,” ungkap Derry, Jum’at (20/6/2025).
Program ini menjadi bagian dari pendekatan baru pemerintah dalam menanamkan jiwa kewirausahaan sejak masa sekolah.
Menurut Derry Wardhana, siswa SMK merupakan kelompok strategis, karena telah dibekali keterampilan dasar yang selaras dengan tuntutan dunia kerja.
Dipilihnya sektor kopi bukan tanpa alasan, selain menjadi komoditas unggulan di berbagai daerah, industri kopi terus menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil di pasar domestik maupun global.
“Potensi pasarnya besar dan tren konsumsinya terus naik, dan ini peluang emas bagi generasi muda, khususnya di Kukar,” kata Derry.
Program ini tak hanya terbatas pada keterampilan teknis pengolahan kopi, tetapi juga mencakup pelatihan pemasaran, desain kemasan produk, hingga strategi membangun jaringan usaha.
Dengan pendekatan holistik ini, siswa diharapkan mampu melihat peluang bisnis secara menyeluruh.
Dispora Kukar juga menjajaki kerja sama dengan pelaku industri kopi lokal, sebagai mitra pembelajaran.
Kolaborasi ini, bertujuan menciptakan jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata dunia usaha.
Derry Wardhana menambahkan, bila program ini terbukti berhasil, bukan tidak mungkin akan diperluas ke SMK lain yang memiliki potensi serupa.
“Harapannya, siswa tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus, tapi mampu menjadi penggerak ekonomi melalui usaha mandiri,” tutupnya.
Dengan skema ini, Dispora Kukar menargetkan masa transisi pelajar dari bangku sekolah ke dunia kerja dapat diisi dengan aktivitas produktif yang berdampak jangka panjang bagi perekonomian lokal. (Adv-Dispora Kukar/INR)















