NAWALAPOST.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) telah menyelesaikan pelatihan kewirausahaan bagi para pemuda yang berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Kukar.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti oleh 60 peserta dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas generasi muda di bidang ekonomi kreatif.
Pelatihan tersebut difokuskan pada tiga sektor usaha yang saat ini memiliki permintaan pasar cukup tinggi dan sesuai dengan minat para peserta, yaitu tata boga, kerajinan akrilik, dan keahlian barista.
Peserta dibekali dengan keterampilan teknis, manajemen usaha, serta strategi pemasaran digital agar mampu mengelola usaha secara mandiri dan profesional.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Derry Wardhana, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret yang telah dilaksanakan dalam mendukung Program Rumah Besar Penanggulangan Kemiskinan.
“Program tersebut, bertujuan menekan angka kemiskinan melalui pengembangan potensi pemuda sebagai pelaku usaha produktif,” katanya, saat di wawancarai media ini, Senin (16/6/2024).
“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi menjadi bagian dari pembangunan karakter wirausaha muda yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing,” ujarnya.
“Dan, mereka tidak hanya ditargetkan membuka usaha, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan sekitarnya,” terang Derry Wardhana.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kegiatan ini menyasar pemuda dari berbagai latar belakang dan wilayah, dengan harapan pemerataan akses pembinaan dan peluang usaha di seluruh Kecamatan di Kabupaten Kukar.
Pelatihan ini juga, menekankan pentingnya berwirausaha sebagai solusi jangka panjang, dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Dispora Kukar turut membuka ruang kolaborasi dengan lembaga pendidikan, pelaku industri, dan komunitas wirausaha agar para alumni pelatihan dapat terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas.
Pendampingan lanjutan juga akan diberikan, untuk memastikan kelanjutan usaha para peserta.
“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti sebagai seremonial, dan target Kami adalah menciptakan wirausaha muda yang benar-benar mampu bertahan dan berkembang di pasar, baik lokal maupun nasional,” pungkasnya.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah, dalam mendorong peningkatan kualitas pemuda melalui pendekatan yang terukur, terarah, dan berdampak langsung pada pembangunan ekonomi di tingkat akar rumput. (Adv-Dispora Kukar/INR)















